Kumpulan Puisi Cinta, Paling Menyentu Hati 2018

Kumpulan Puisi Cinta Paling Menyentu Hati 2018!!!. Membahas tentang cinta memang tiada habisnya. Banyak sekali kisah cinta yang berakhir dengan manis dan ada pula yang berakhir dengan tragis. Namun itulah cinta, walau banyak kisah yang berakhir dengan tragis tetapi dia selalu datang dengan tiba tiba tanpa ada pemberitahuan sebelumnta.

Cinta dapat menghampiri siapa saja, termasuk kamu. Mencintai seseorang yang tidak pantas dicintai, akan dapat banyak cacian dari orang banyak, namun anggap saja sebagai pengajaran hidup.

Puisi merumakan karya sastra yang di gunakan untuk menyampaikan pesan. Namun, dalam penyampaiannya menggunakan kata kata indah menyayat hati pembacanya. 

Puisi cinta dibawah ini merupakan puisi paling menyayat hati, tentang cinta yang perna singgah di relung hati dan telah terhapus kisahnya oleh waktu, berharap tidak akan datang kembali di masa yang akan datang.



Kelam Kelabu

Bintangpun disana tertutupkan awan
Purnama kini tidak lagi memancarkan sinarnya...,.,
Pelangipun kini berwarnakan kelabu.,.,.
Ruang yang kau sebut hati, kini tak bertuan lagi.,.,,

Bagai lilin kecil disudut malam.,.,
Rasa yang kau titipkan bernamakan cinta.,.,
Telah pergi mengikut tuannya.,.,.,
Sentuhan hangat bertandakan kasih.,.,
Telah berpaling kepada jiwa yang kelam.,.,

Belaiyan yang berwujudkan sayang.,.,
Telah berkhianat menitipkan lara.,.,
Embun yang bersahaja yang kunanti kini.,.,
Telah hilang bersama mentari pagi.,.,
Diri kini bagai langkah yang tak berpijak.,.,.,

Yang Tak Mereka Tau

Kata mereka.,.,
Kau dan aku bagai lumpur dan teratai yang indah..,.,.,
Aku lumpur yang kotor, dan.,.,
Kau teratai yang tumbuh di atasnya.,.,
Mana mungkin akan setara.,.,

Kata Mereka.,.,
Kau dan aku bagai malam dan bintangnya .,.,
Akulah malam yang gelap, dan.,.,
Kau bintang yang menyinarinya.,.,.,
Mana Mungkin kan terlihat sama.,.,.

Kata mereka.,.,
Kau dan aku bagai bumi dan langit.,.,
Akulah bumi yang berpijak, dan,.,
Kau langit di angkasa.,.,
Mana mungkin akan bersangding.,.,

Tapi yang tak mereka tau.,.,
Hidupkah teratai yang indah tanpa lumpur yang kotor.,.,?
Bersinarkah bintang tanpa malam yang gelap.,.,?
Terpisakah bumi dan langit yang saling menatap.,.,.,?

Yang tak mereka tau.,.,
Indahka ia dan lainnya gersang.,.,
yang tak mereka tau.,.,
Bersinarkah ia dan yang lainnya hilang.,.,
yang tak mereka tau.,.,
Hidupkah ia dan yang lainnya tiada.,.,.,

Kisah Yang Tak Terselamatkan

Kurangkai kisah ini dalam suatu goresan tinta.,.,
Bahagia, Canda dan tawa dulu.,.,
Kini telah menjadi cerita cinta yang usang.,.,
Walau goresan tinta ini.,.,masih bercerita.,.,
Bahwa kau masih terindukan.,.,.,

Walau getaran di hati ini.,.
Masih berbisik .,.,betapa kau belum terlupakan.,.,.
Walau tetesan air mata ini,.,
Masih setia menjadi saksi.,.,
bahwa kan tak terhapuskan.,.,

Dulu..,.,aku pernah meminta tuk memilihku.,.,
Namun,.,cintamu tak begitu hebat.,.,untuk
melihat kearah ku.,.,

Dulu.,.,aku pernah meminta agar kau selamatkan.,.,
Namun.,.,kau begitu rapuh menggenggam tangan ku.,.,.
Tidakkah kau rasa betapa larut ku pada kisah ini.,.,
Tidakkah kau lihat betapa akrapku dengan kesedihan ini.,.,.

kini segalanya telah terlambat.,.,
Kini segalanya telah menjadi masa lalu.,.,
Maaf ku tuk setiap kenagan yang menyakitimu.,.,

Maaf ku tuk setiap cerita mengiris hati.,.,.
Mungkin saja tidak kan rasa jika kau menjadi aku.,.,
Kini sekali lagi.,.,kisah ku gagal.,.,.

Seperti Embun Pagi

Ketahuilah...
Cintamu seperti embun pagi
Yang hilang seiring datangnya mentari
Dan Semua kenangan indah yang ku beri
Menguap hilang tak berarti

Tak mengapa
Biarlah kesendirian yang menemani hari
Bersama sepi
Ku rasakan perihnya di hianati

Setidaknya aku telah berusaha mencintai
Dengan setulus hati
Namun kau campakkan dalam kubangan lumpur yang busuk, seolah tak berarti
yang dapat kulakukan hanyalah berdoa semoga bahagia, bersama cinta baru yang kau jalani

Benalu Cinta

Cukup sampai disini
Cinta dusta yang kau beri
Pergi, jangan kembali
Tak ada kata maaf untukmu lagi

Pergi menjauh dariku
Telah salah aku menilaimu
Kamu, iya kamu
Tak ubahnya benalu menggerogoti pohon cintaku

Gerimis Dibulan November

Gerimis dibulan November
mengisah rindu yang datang
menumbuhkan kenangan yang telah lama mati,
akibat kemarau penghianatan

Gerimis dibulan November
Membasuh semua kebencian
yang menyelinap dalam relung hati,
dan membusuk bersama kisah yang berakhir tragis

Gerimis dibulan November
akhir dari sebuah perjalanan
tentang cinta hianat
yang kau berikan untukku...

Walau kisah cinta masa lalu yang kelam yang berakhir tragis, biarlah kisah itu menjadi kenangan yang mewarnai hidup ini. Puisi Cinta ini biarlah menjadi lukisan kisah cinta tragis itu. Dan bagi yang membacanya bisa bermanfaat dan di jadikan referensi bacaan puisi cinta anda.

Puisi Terkait

Belum ada tanggapan untuk "Kumpulan Puisi Cinta, Paling Menyentu Hati 2018"

Posting Komentar