Kumpulan Puisi Cinta Sedih, Paling Menyentu Hati


Kumpulan Puisi Cinta Sedih, Paling Menyentu Hati !!!. Membahas tentang cinta memang tiada habisnya. Banyak sekali kisah cinta yang berakhir dengan manis dan ada pula yang berakhir dengan tragis. Namun itulah cinta, walau banyak kisah yang berakhir dengan tragis tetapi dia selalu datang dengan tiba tiba tanpa ada pemberitahuan sebelumnta.

Cinta dapat menghampiri siapa saja, termasuk kamu. Mencintai seseorang yang tidak pantas dicintai, akan dapat banyak cacian dari orang banyak, namun anggap saja sebagai pengajaran hidup.

Puisi merumakan karya sastra yang di gunakan untuk menyampaikan pesan. Namun, dalam penyampaiannya menggunakan kata kata indah menyayat hati pembacanya.

Baca juga :

Puisi cinta dibawah ini merupakan puisi paling menyayat hati, tentang cinta yang perna singgah di relung hati dan telah terhapus kisahnya oleh waktu, berharap tidak akan datang kembali di masa yang akan datang.

Kelam Kelabu
Oleh: Pujanggabajingan

Bintangpun disana tertutupkan awan
Purnama kini tidak lagi memancarkan sinarnya
Pelangipun kini berwarnakan kelabu
Ruang yang kau sebut hati, kini tak bertuan lagi

Bagai lilin kecil disudut malam
Rasa yang kau titipkan bernamakan cinta
Telah pergi mengikut tuannya
Sentuhan hangat bertandakan kasih
Telah berpaling kepada jiwa yang kelam

Belaiyan yang berwujudkan sayang
Telah berkhianat menitipkan lara
Embun yang bersahaja yang kunanti kini
Telah hilang bersama mentari pagi
Diri kini bagai langkah yang tak berpijak

Yang Tak Mereka Tau
Oleh: Pujanggabajingan

Kata mereka
Kau dan aku bagai lumpur dan teratai yang indah
Aku lumpur yang kotor, dan
Kau teratai yang tumbuh di atasnya
Mana mungkin akan setara

Kata Mereka
Kau dan aku bagai malam dan bintangnya 
Akulah malam yang gelap, dan
Kau bintang yang menyinarinya
Mana Mungkin kan terlihat sama

Kata mereka
Kau dan aku bagai bumi dan langit
Akulah bumi yang berpijak, dan
Kau langit di angkasa
Mana mungkin akan bersangding

Tapi yang tak mereka tau
Hidupkah teratai yang indah tanpa lumpur yang kotor ?
Bersinarkah bintang tanpa malam yang gelap ?
Terpisakah bumi dan langit yang saling menatap ?

Yang tak mereka tau
Indahka ia dan lainnya gersang
yang tak mereka tau
Bersinarkah ia dan yang lainnya hilang
yang tak mereka tau
Hidupkah ia dan yang lainnya tiada 

Kisah Yang Tak Terselamatkan
Oleh: Pujanggabajingan

Kurangkai kisah ini dalam suatu goresan tinta
Bahagia, Canda dan tawa dulu
Kini telah menjadi cerita cinta yang usang
Walau goresan tinta ini.,.,masih bercerita
Bahwa kau masih terindukan

Walau getaran di hati ini
Masih berbisik .,.,betapa kau belum terlupakan
Walau tetesan air mata ini
Masih setia menjadi saksi
bahwa kan tak terhapuskan

Dulu aku pernah meminta tuk memilihku
Namun, cintamu tak begitu hebat ...untuk
melihat kearah ku

Dulu.,.,aku pernah meminta agar kau selamatkan
Namun.,.,kau begitu rapuh menggenggam tangan ku
Tidakkah kau rasa betapa larut ku pada kisah ini
Tidakkah kau lihat betapa akrapku dengan kesedihan ini

kini segalanya telah terlambat
Kini segalanya telah menjadi masa lalu
Maaf ku tuk setiap kenagan yang menyakitimu

Maaf ku tuk setiap cerita mengiris hati
Mungkin saja tidak kan rasa jika kau menjadi aku
Kini sekali lagi.,.,kisah ku gagal

Seperti Embun Pagi
Oleh: Pujanggabajingan

Ketahuilah...
Cintamu seperti embun pagi
Yang hilang seiring datangnya mentari
Dan Semua kenangan indah yang ku beri
Menguap hilang tak berarti

Tak mengapa
Biarlah kesendirian yang menemani hari
Bersama sepi
Ku rasakan perihnya di hianati

Setidaknya aku telah berusaha mencintai
Dengan setulus hati
Namun kau campakkan dalam kubangan lumpur yang busuk, seolah tak berarti
yang dapat kulakukan hanyalah berdoa semoga bahagia, bersama cinta baru yang kau jalani

Benalu Cinta
Oleh: Pujanggabajingan

Cukup sampai disini
Cinta dusta yang kau beri
Pergi, jangan kembali
Tak ada kata maaf untukmu lagi

Pergi menjauh dariku
Telah salah aku menilaimu
Kamu, iya kamu
Tak ubahnya benalu menggerogoti pohon cintaku

Gerimis Dibulan November
Oleh: Pujanggabajingan

Gerimis dibulan November
mengisah rindu yang datang
menumbuhkan kenangan yang telah lama mati,
akibat kemarau penghianatan

Gerimis dibulan November
Membasuh semua kebencian
yang menyelinap dalam relung hati,
dan membusuk bersama kisah yang berakhir tragis

Gerimis dibulan November
akhir dari sebuah perjalanan
tentang cinta hianat
yang kau berikan untukku...

Walau kisah cinta masa lalu yang kelam yang berakhir tragis, biarlah kisah itu menjadi kenangan yang mewarnai hidup ini. Puisi Cinta ini biarlah menjadi lukisan kisah cinta tragis itu. Dan bagi yang membacanya bisa bermanfaat dan di jadikan referensi bacaan puisi cinta anda.

0 Response to "Kumpulan Puisi Cinta Sedih, Paling Menyentu Hati "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel