Cinta Rumit

Bisakah kau menjadi penawar lukaku .,.,
Menjadi setetes madu di tengah pahitnya empedu.,.,
Menjadi seteguk air ditengah keringnya dahaga.,.,
Menjadi setitik pelita di tengah malam.,.,
Seperti sang kunang kunang yang memberi sedikit cahaya di keheningan malam.,.,
Walau gelap, sunyi, sepi, Namun memberikan warna.,.,.,!!!

Engkau bukan yang pertama dan terakhir dihatiku.,.,
Namun mengapa kau seperti memaksaku tuk tetap memikirkanmu.,.,.
Menyentuhmu mungkin bukan satu satunya dosa terindah yang kurasakan.,.,
Namun mengapa kau seperti menyeretku tuk tetap mencintaimu.,.,.,

Jika hanya dengan menutup mata ini.,.,
Aku bisa melupakanmu, akan kulakukan setiap detik hariku.,.,
Jika hanya dengan mengusap dada ini.,.,
Segala rasa sakit akan hilang.,.,
Akan kulakukan setiap aku mengingatmu.,.,.
Namun kau tak semudah menutup mata dan mengusap dada.,.,
Engkau lebih rumit menimbah air dengan keranjang.,.,

Puisi Terkait

Belum ada tanggapan untuk "Cinta Rumit"

Posting Komentar