PISGOR (Pisang Goreng) dan Suara alam

Malam telah berlalu
Kini pagi menyambut dengan mesranya
Suara alam bersorak bak simfoni indah
Namun anehnya suara itu berasal dari perutku

Yaa., perutku berteriak memanggil manggil pertolongan
Lekas aku berdiri, dengan begitu sigapnya
Sembari melihat uang yang tersisa di dompetku
Wah... gawat hanya tersisa tiga lembar uang parang, yang menatapku begitu sinis

Terus terus dia berteriak
Bertanya dalam hati 
Apa gerangan yang harus aku lakukan
Untung saja pisang goreng legendaris tetanggaku, yang jarang terlihat kini telah kembali..
PISGOR ini laksana malaikat menghapus suara suara alam yang sumbang...

Puisi Terkait

Belum ada tanggapan untuk "PISGOR (Pisang Goreng) dan Suara alam"

Posting Komentar