Tiga Puisi Romantis Paling Menyentuh Hati Panji Ramdana Dalam Buku "Menuju Baik Itu Baik"


Puisi adalah seni menulis yang sarat akan makna. Panji Ramdana merupakan pemuda yang gemar membuat puisi dan musikalisasi puisi. Hobi yang dilakukannya tiga tahun silam kini telah membuahkan hasil.

Pemuda kelahiran Ciamis 1991 silam itu, telah berhasil menyentuh hati semua orang lewat puisi puisinya, yang disebar melalui media sosial, dan buku buku karangannya.

Kali ini saya akan memberikan tiga puisi romantis yang paling menyentuh hati Panji Ramdana dalam bukunya yang berjudul “Menuju Baik Itu Baik” versi sang pujanggabajingan ,saya tekankan kembali ini versi sang Pujanggabajingan. Ok langsung disimak berikut puisinya...

Ketetapan Terindah

Seringkali aku bertanya pada diri sendiri, apakah kamu ditetapkan untukku atau tidak ?
Jika iya, kapan hari itu akan datang?
Jika bukan, kapan jawaban tegas itu akan datang?

Jika memang kamu adalah ketetapan yang tidak ditetapkan untukmenetap tetap untukku
Namun, kamu tetap adalah ketetapan terindah, dan akan selalutetap begitu

Pada tiap detik yang hinggap, dalam kebersamaan langit temaram
Aku memandang penuh keyakinan, bahwa kamu adalah pilihanku

Dalam menyusuri jalan baru ini, kehadiran senyuman pengalih pada ketidakmungkinanku
Ya, kau kini adalah ketetapan terindah untukku
Melihatmu menjadi sesuatu hal yang selalu baru untukku
padamu aku temukan harapan untuk menjadi apa aku
Meski memang kamu bukan ketetapan untukku
Tapi bolehkah jika aku menjadikanmu ketetapan dalam
menetapkan semua pilihan hidupku kini

Aku mengagumimu dengan selayaknya aku mengagumi pelangiyang tanpa malu
Jika kau muncul, dengan selalu senyumku pun muncul

Aku... jatuh cinta
Padamu yang menjadikan gelap menjadi terang
Padamu yang menjadikan ketidakbaikan menjadi kebaikan

Terima kasih, pada sudut ini aku akan tetap diam dengan nyaman memperhatikanmu
Tak perlu kau tahu siapa aku dan siapa yang selalu mengikutimu itu
Namun izinkanlah untuk aku menetapkan arah pandangku 
dan arah hidupku

Diamku Adalah Caraku Menjagamu

Kau terlalu indah
Sampai lisanku tak mampu lagi berucap kata terbaik yang bisa melukiskanmu
Kau terlalu sempurna
Sampai anganku tak mampu lagi lebih jauh untuk bermimpi 
Kau terlalu hebat
Sampai langkahku terus saja tertinggal darimu dan aku hanya mampu melihatmu dari belakang

Kau terlalu jauh, itulah mengapa aku...diam
Diam dalam ruang pribadiku
Mengatakan sebuah beban dan harap yang tertulis dalam goresan kepalaku

Inginku sederhana 
Aku ingin kau bahagia
Aku inginkau lebih dari apa yang kau miliki sekarang
Dan aku, ingin menjagamu
Dalam setiap langkah yang kau pijak, aku ada
Caraku menjagamu adalah dalam diamku
Karena aku tahu, menjaga adalah untuk seseorang tetap nyaman 
Aku diam, karena aku ingin kau tetap nyaman
Ingin sekali ada satu hembusan yang belum aku dapatkan darimu hadir dalam hidupku

Aku ingin berhak untuk ada
Hingga sampai di sana ketika kamu terluka, aku menjadi pohon besar bagimu
Menjadi tempat sandaranmu, teduh dan menyejukkan
Mungkin ini adalah takdirku, meretas kerinduanku yang tak mungkin terjadi
Memelukmu dengan satu kehangatan yang berbeda
Binar matamu dan kamu berbeda 
Apakah kau tak sadari itu?
Tak kau lihatkah ada satu pena dalam mataku yang ingin aku tuliskan dalam ingatanmu?
Aku, akan selalu ada, dan tinggallah dalam hatiku, air mataku, dan dalam ingatanku

Jagalah

Jagalah hatimu hanya untukku
Jangan menghadirkan hati yang lain
Dan apabila itu kau lakukan
Maka dirimu menjadi tercela dan terhina di mataku

Jagalah cintamu hanya untukku
Jangan mencoba mencintai yang lain
Seandainya itu kau lakukan
Enngkau tak berarti lagi bagiku

Hadirkan rindumu hanya untukku
Jangan mencoba merindu yang lain
Dan apabila kau lakukan
Maka akan segera merampas rinduku untukmu

Dan sesungguhnya aku mulai meragukanmu
Seberapa jauh kau melangkah dan berpaling
Sesugguhnya apa yang kau lakukan
Telah membinasakan perasaan hatimu sendiri

Dan aku tahu kau telah menepi berkali kali dengan yang lain
Namun kau selalu mengelak dan berlagak suci
kau selalu menampik kenyataan dan memutar balik keadaan

Itulah tiga puisi paling romantis Panji Ramdana dalam bukunya “Menuju Baik Itu Baik” Versi sang Pujanggabajingan. saya yakin teman teman sekalian pasti memiliki versi sendiri. Terima kasih telah berkunjung di blog yang sederhana ini, semoga artikel ini bermanfaat untuk teman teman sekalian.

Puisi Terkait

Belum ada tanggapan untuk "Tiga Puisi Romantis Paling Menyentuh Hati Panji Ramdana Dalam Buku "Menuju Baik Itu Baik""

Posting Komentar