30+ Kumpulan Puisi Galau Sedih Ditinggal Kekasih


30+ Kumpulan Puisi Galau Sedih Ditinggal Kekasih !!! Hai sahabat puisi, apa kabar ?, semoga sehat selalu aminnn... Ditinggal kekasih itu memang menyakitkan, terlebih lagi jika ditinggal saat sayang-sayangnya. Rasanya ingin mati saja; seolah tak sanggup lagi melangkah.

Perasaan yang hancur itu akan sulit bangkit, buat kita hanyut dalam kegalauan yang tanpa sadar menghancurkan hidup kita. iyaa mimin paham itu memang sulit; mimin tidak larang kamu untuk bergalau ria, namun yaa sewajarnya saja, karena sebenarnya dia telah bodoh meninggalkanmu yang telah menyayanginya mati-matian.

Tapi tenang, untuk menemani kegalauan hatimu, mimin akan bagikan Kumpulan Puisi Galau Sedih Ditinggal Kekasih. Mungkin kumpulan puisi di bawah mewakili kisah cintamu yang telah berkhir. tidak usah banyak cing cong selamat membaca...

Baca juga :

Puisi Galau Sedih Ditinggal Kekasih



Keputusanmu
Oleh: Pujanggabajingan

Aku menangis sejadi jadinya
Saat ku dengar pilihanmu
Jatuh padanya, orang yang tak sedetik pun menoleh kearahmu...
Bukan mengapa aku yang begitu keras berjuang untuk mendapatkan perhatianmu
Harus patah sepatah patahnya dengan keputusanmmu

Mimpi dan Kenangan
Oleh: Pujanggabajingan

Merdu tawamu
Buatku tak mampu berajak darimu
Masa lalu yang begitu indah
Kini hanya menjadi kenangan yang tak terlupakan

Indah wajahmu
Buatku tak mampu terbangun dari mimpiku
Mimpi merajuk kasih selamanya denganmu
Kini hanya sebatas mimpi yang terus datang mengganggu malamku

Sadarkah Kamu
Oleh: Pujanggabajingan

Sadarkah kamu
Aku selalu ada disisimu selama ini
Aku tahu,
Aku tak sehebat dia
Yang menyilaukan hatimu

Sadarkah kamu
Aku selalu mengawasimu selama ini
Aku tahu,
Aku tak seindah dia
Yang menggetarkan hatimu

Sadarkah kamu...

Aku Disini
Oleh: Pujanggabajingan

Jangan sesekali menyebut namanya didepankan
Karena itu membuat hatiku sakit
Jangan terus kau gali kenangan masa lalu
Karena itu membuat hatiku perih

Aku tahu
Itu berat
Tapi aku disini
Masa depanmu
Lihatlah aku
Jangan abaikan aku

Ingin Bertahan
Oleh: Pujanggabajingan

Saat kurebahkan raga
Pada malam yang begitu panjang
Tak mampu, terus terjaga
Dan aku nyalakan api cinta
Untuk menghiasinya
Menemani sepi
Yang begitu dalam

Rindu menambah parah
Suasana malam itu
Ingin ku bertahan
Walau aku akan terluka

Persinggahan
Oleh: Pujanggabajingan

Mungkinkah kau tercipta untukku ?
Mungkinkah wujudmu hanya untukku ?
Kalau memang bukan
Mengapa takdir mempertemukan

Ataukah aku hanyalah persinggahan
Agar takdir mempertemukanmu dengannya,
Berjanjilah kamu tak kemana mana
 Akan terus tetap disini
Bersamaku selamanya...

Hanya Mimpi
Oleh: Pujanggabajingan

Ini hanya sekedar mimpi
Yang jauh dari kekal dan abadi
Ini terlalu berlebihan
Kita tak akan bertahan

Aku harus bagaimana
Menepis bayangmu pun aku tak mampu
Apalagi hidup jauh darimu
Hanya bisa berharap pada yang maha memberi rasa
Semoga kita di persatukan...

Dua Hati
Oleh: Pujanggabajingan

Kita dua hati saling mencinta
Berbagi rasa
Namun langkah kita begitu ragu
Seakan tak pasti

Kita berjuang tanpa merasa letih
Bergelut dengan terik panasnya mentari
Menembus dinginnya malam yang menyengat
Menerjang badai hujan
Namun ternyata itu belum cukup
Menyatuhkan cinta kita

Bukanlah Dongeng
Oleh: Pujanggabajingan

Aku telah di bodohi dongeng masa kecil
Yang selalu heppy ending,
Di cintai pangeran tampan
Di bantu peri bersayap
Istana yang di penuhi permata

Tapi kini aku tersadar
Kamu bukanlah dongeng
Mengisi kisahku
Yang tentunya belum pasti heppy ending

Jangan Samakan Aku
Oleh: Pujanggabajingan

Jangan samakan aku dengan dia,
Dia yang kau sebut masa lalu
Setidaknya pahami aku
Yang begitu menginginkanmu

Perasaanku selalu terjaga untukmu
Biarkan aku mencintaimu dengan caraku
Biarkan aku menjadi diri sendiri
Jangan memaksaku menjadi dia
Yang pernah menyakitimu

Sajak Yang Tersimpan 
Oleh: Pujanggabajingan

Sajak yang pernah ku simpan

Setidaknya memberiku kenyamanan
Tersenyum sendiri malu
Kala ku baca bait demi bait

Begitu kasmarankah aku kala itu

Hingga mampu merangkai kata memuja namamu seindah ini
Cinta begitu hebat
Mampu buatku gila
Ahh sudahlah...
Setidaknya sajak ini mengingatkan
Tentang kamu yang pernah ku rindukan

Deru Badai
Oleh: Pujanggabajingan

Deru badai menyapa
Menerpaku
Terhempas Dalam luka
Yang teramat sangat menyakitkan raga

Aliran darahku mengalir panas
Mengukir rasa sakit di dada
Ingin ku bunuh rasa
Yang begitu sangat menyiksa

Terluka Tanpa Sadar
Oleh: Pujanggabajingan

Teka teki ini belum juga terjawab
Sementara itu, aku hanya mampu mengumpulkannya dalam lembaran lembaran kertas saja,
Dengan hati penuh tanda tanya

Aku tak mampu merangkai ini
Terlalu sulit bagiku
Setelah segala yang kuanggap baik baik saja
Aku terluka tanpa sadar...

Kejamnya Waktu
Oleh: Pujanggabajingan

Waktu begitu kejam
Membuat kita saling melupakan
Pertemuan yang menurutku begitu berkesan
Hilang tak berbekas di sapu nasip yang luar biasa suram

Kau yang ku inginkan
Tak berupa bekas yang tersisakan
Kau yang kubutuhkan
Hilang dihantam badai waktu yang memilukan

Kertas dan Pena
Oleh: Pujanggabajingan

Jarak begitu pandai mempermainkan rindu
Rindu yang membuat batin tersiksa terganggu
Sementara aku hanya bisa pasrah mengadu
Pada secarik kertas dan pena yang padu

Padu pena menari dengan polosnya
Menirukan gerak tangan yang merangkai kata
Kata merindu padamu yang tak bisa ku sentuh
Terhalang jarak yang begitu jauh...


Sialan
Oleh: Pujanggabajingan

Ahh sialan...
Aku di kelabui untuk kedua kalinya
Memang bodoh diriku ini
Jatuh pada lubang yang sama

Ahh sialan...
Aku ditipu untuk kesekian kalinya
Memang betapa lugunya diriku ini
Tersandung oleh batu yang sama

Termakan Rayu
Oleh: Pujanggabajingan

Seperti termakan rayu
Nikmat awalnya namun sakit akhirnya
Kau memang ahlinya
Aku termangu

Seperti permainan sandiwara
Terpukau dengan karakter baiknya namun kecewa dengan watak aslinya
Kau memang luarbiasa
Aku termakan dalil dustamu

Tentang Ikhlas
Oleh: Pujanggabajingan

Ini tentang ikhlas
Tentang bagimana mencinta tak berbalas
Mungkin menyakitkan
Tapi ini rela kulakukan

Ini tentang keinginan
Keinginan untuk rasa tak saling berlawanan
Denganmu dimanapun
Sampai kapan pun

Ini tentang merindukan
Merindukan masa yang mungkin tak akan datang
Dimana aku dan kamu mengingatkan
Dan temu menjadi sesuatu yang membahagiakan

Memilukan
Oleh: Pujanggabajingan

Ini begitu cepat berlalu
kamu hanya seolah datang tiba tiba
Lalu pergi setelah diriku takluk,
sepeti kumbang yang menghisap madu
setelah layu ia pun berlalu...

ini begitu memilukan
aku begitu rapuh
Laksan bongkahan es yang kuat
namun akan mencair
ketika mentari datang

ini begitu menyakitkan
aku begitu indah
laksana senja yang memukau
namun lekas lenyap ketika malam tiba

Obsesi
Oleh: Pujanggabajingan

kita begitu saling mengerti
juga saling menepati
sampai kau di sibukkan oleh dia
yang entah dari mana datangnya

kita mulai sedikit bersebrangan
juga sedikit saling mengingkari
tak mengapa ini biasa terjadi
walau pemicunya masih tetap dia

aku tek mengapa,
perihal dia
yang kini menjadi obsesimu
karena semua punya obsesi
termasuk aku
yang sediki buat aku khawatir
dia mulai mengusik hubungan kita

Pamit
Oleh: Pujanggabajingan

Tak sempat kusaksikan hujan hari itu
Katanya dasyat menghantam bumi
Sampai sampai awan kelabu masih mengitari langit hingga hari ini
Aku berkelahi dengan waktu
Yang ingin menghapus ingatanku tentangmu

Hilang... hilang...
Dia perlahan hilang
Lenyap tak berbekas
Izinkanlah Jiwaku untuk pamit
Padamu yang membinasakan hati

Tiba Tiba
Oleh: Pujanggabajingan

Suramu terdengar sayu
Ketika menyuruhku untuk pergi,
Kemarin kita baik baik, tidak ada badai
Begitu tiba-tiba rasaku...

Senyummu terlihat kecut
Ketika menyuruhku membunuh rasa,
Kemarin masih manis, dan tetap manis
Begitu tiba tiba rasaku...

Tiba tiba kau mengakhiri
Kisah yang belum pada klimaksnya
Apa yang terjadi sayang ?
Ayo ceritalah kepadaku...

Cerita Yang Tak Tertamatkan
Oleh: Pujanggabajingan

Bibir tertutup rapat tak mau berucap
Jiwa terdiam tak mau bersuara
Mengenang kisah yang tak berujung bahagia
Kita, cerita yang tak tertamatkan

Segala rasa telah kita rasakan
Sayang, benci, rindu
Semua termuat dalam cerita
Hanya sayang, kisah kita tak mencapai klimaks yang di idamkan

Menjemput Kesendirian
Oleh: Pujanggabajingan

Biarkanlah hatiku pergi
Menjemput kesendirian
Yang mungkin sedikit menenangkan

Kau yang begitu menyakitkan
Dalam sikap dan perbuatanmu padaku
Aku yang tak ingin mempersoalkan
Memilih pergi jauh darimu

Pastikan
Oleh: Pujanggabajingan

Langkahku mantap
Sikapku bulat
Jiwa telah kupastikan siap
Untuk menujumu memastikan hatimu yang ketat

Namun ternyata lisanmu berkata lain
Namaku tak penah ada dihatimu
Tak mengapa, karena semua telah kupastikan
Lebih baik begini dari pada mati dibunuh rasa yang tak pasti

Jangan Bawa Aku
Oleh: Pujanggabajingan

Cukup, jangan bawa bawa aku dalam persoalan cintamu
Sedikit sedikit aku kau libatkan
Kau rindu, aku kau colek
Kau pilu, aku kau sebut
Kau terluka, padaku kau mengadu

Aku hanyalah “Senja”
Yang tidak mau terlibat urusan cinta manusia
Buang aku dari syair syair pata hatimu
Libatkan saja malam, siang dan hujan
Jangan bawa bawa aku “Senja”

Santapan Empuk
Oleh: Pujanggabajingan

Jika memang hatimu tak lagi milikku
Tunjukkan aku, siapa pemiliknya kini
Jika memang rindumu tak lagi untukku
Tunjukkan aku, siapa penerimanya kini

Kau yang pandai mempermainkan rasa
Aku yang gampang termakan rayu kata
Hanya jadi santapan empukmu saja
Lebih baik aku pergi sembari membunuh rasa
Semoga waktu dapat bekerja sama

Ingin Pergi
Oleh: Pujanggabajingan

Merintih dalam kesendirian
Tak ada sedikit pun perhatian
Hanya malam sesekali menyapa
Dan mimpi yang membuai

Menangis dalam sanubari
Berteriak memanggil
Tak ada seorang pun melirik
Semua sibuk dengan rasa sendiri
Aku ingin pergi
Dari keadaan yang menjengkelkan ini

Terlalu Rapuh
Oleh: Pujanggabajingan

Kita terlalu rapuh
Untuk terlalu lama bertahan
Kita terlalu berani
Untuk mengambil segala resiko menyakitkan

Mungkin kita terlalu menggebu
Dengan semua rasa ini
Merasa hebat
Tak menghiraukan segala nasehat
Tanpa sadar kita jatu tersungkur
Perih...

Manusia Hebat
Oleh: Pujanggabajingan

Aku manusia hebat
Kuat bersembunyi lama dari cinta
Membunuh rasa
Menghepas asa
Jauh pergi...

Aku manusia hebat
Perkasa memendam suka
Memasung rindu
Membenci temu
Aku pergi...


Bagaimana puisi galau sedih ditinggal kekasihnya, apakah mewakili kisahmu ? hmm yang sabar yaa... semua itu pasti berlalu dan semoga Tuhan mengganti dengan yang lebih baik. Info penting, bagi kamu yang ingin mengkopi puisi yang ada di blog ini silahkan, namun dengan syarat untuk menyertakan link blog ini ok. mungkin itu saja kumpulan puisi yang dapat saya bagikan, sampai jumpa di kumpulan puisi yang lainn..

0 Response to "30+ Kumpulan Puisi Galau Sedih Ditinggal Kekasih"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel