40+ Kumpulan Puisi Cinta Ungkapan Perasaan Mendalam

Kumpulan Puisi Cinta Ungkapan Perasaan Mendalam !!! Hallo sahabat puisi, apa kabar kalian hari ini ? semoga sehat selalu aminn... siapa nih dari kalian yang sedang jatuh cinta atau memendam rasa kepada seseorang namun sulit mengungkapkannya ? hayoo ngaku. Memang sih perasaan jatuh cinta itu sulit digambarkan dengan kata-kata.

Banyak orang Ketika jatuh cinta dan ingin mengungkapkannya, maka mereka akan sibuk mencari kata-kata romantis yang mengambarkan perasaannya, kata romantis tersebut biasa di tulis dalam bentuk puisi.

Nah jika kamu sedang mencari kata-kata romantis, atau puisi cinta ungkapan perasaan yang mungkin bisa mewakili perasaanmu saat ini, tenang mimin akan bagikan kamu kumpulan puisi cinta ungkapan perasaan mendalam 

Puisi Cinta Ungkapan Perasaan Mendalam



Tetaplah Disisi Ku
Oleh: Pujanggabajingan

Malam, dikala mataku terpejam 
Kamu adalah orang terakhir yang ingin ku lihat
Dan pagi, dikala mataku terbeliak 
Kamu adalah orang pertama yang ingin ku pandang

Rindu menjadi masalalu yang ingin kulupakan
Sementara sepi, kini telah menguap bersama kecupan bibir manis mu

Tetaplah disisi ku sayang...
Biarlah perpisahan menjadi mimpi buruk yang tak pernah akan terjadi
Tetaplah disisi ku sayang...
Marilah kita merangkai mimpi indah bersama 
Tetaplah disisi ku sayang...


Mari Merdeka Sayang
Oleh: Pujanggabajingan

Mari merdeka sayang
Jangan kita dijajah 
Oleh rindu yang berkecamuk dalam dada

Mari merdeka sayang
Kalahkan jarak yang begitu tebal diantara kita 
Hancurkan segala prasangka

Mari merdeka sayang
Kibarkan bendera kebahagiaan
Lupakan segala penderitaan


Berkualisi
Oleh: Pujanggabajingan

Biarlah rindu dan sepi ku nikmati sendiri,
Setelah kita sepakat untuk tidak lagi berkualisi, 
Mukin karena tujuan kita tak sejalan lagi,
Atau mungkin ada yang menghalangi
Entahlah...

Setidaknya semesta tahu 
Aku pernah menjadi pembalut rindumu,
Penghapus sepimu, 
Memang musim berganti angin berubah
Segala janji yang kau ucapkan dulu, kini telah berubah


Di gang ini
Oleh: Pujanggabajingan
Di gang ini kita pernah berpapasan 
Saling menanti kepastian,
Memburu perasaan,
Dan Meluapkan segala kerinduan

Di gang ini kita pernah juga bersinggungan,
Saling bentrok kepentingan,
Memecah persoalan,
Dan memuntahkan segala kecurigaan

Di gang ini kita pernah saling memantapkan,
Bergandeng tangan,
Berjalan beriringan,
Untuk menatap masa depan


Memantaskan
Oleh: Pujanggabajingan

Bila kamu memilih pergi karena menganggap dirimu tak pantas
Maka pantaskanlah
Bukankah Tuhan mempertemukan kita untuk saling memantaskan

Memantaskan bukan melulu tentang harta, tahta dan jabatan
Tapi tentang hati yang tulus mencintai,
Tentang hati yang lapang menerima

Memantaskan bukan melulu tentang bibit, bebet dan bobot
Tapi tentang bagaimana kita yang saling padu
Bersatu dalam bingkai rumah tanggga yang jauh dari gaduh


Dari Seluruh, Segala dan Semua
Oleh: Pujanggabajingan

Dari seluruh catatan kenang
Yang tergenang dalam pikiran
Tak ada yang paling sulit di lupakan
Selain kenangan bersamamu

Dari segala bentuk rindu
Yang menggebu dalam hati
Tak ada yang paling dahsyat
Selain rinduku padamu

Dari semua bentuk luka
Yang pernah berdarah dalam relung hati
Tak ada yang paling sakit
Selain luka karenamu


Penantian
Oleh: Pujanggabajingan

Berguguran dedaun dihempas kemarau
Bunga-bunga semerbak layu
Tangkainya tunduk kebumi lesu
Menanti hujan yang terlalu lama bercumbu dengan awan di langit biru

Sementara hatiku dikoyak cemburu
Bertanya dalam hati yang sedang rindu
"Akankah penantian ini berujung temu 
ataukah berujung pilu ?"
Sungguh hatiku laksana taman bunga tanpa kumbang menghampiri
Sunyi...
Sepi...


Seandainya
Oleh: Pujanggabajingan

Seandainya Tuhan memanggilku sebelum kamu
Harapku jangan setetes air mata pun yang basahi pipi manismu
Seandainya ragaku tak lagi bernyawa sebelum kamu
Harapku buanglah segala kenang tentangku: baik itu tentang rindu,
tentang kita yang selalu berjalan beriringan dalam suka maupun duka, 
dan tentag waktu yang berjalan begitu indah bersamamu

Dan seandainya Tuhan memanggil kamu sebelum aku
Mungkin aku akan sulit melangkah, hidupku akan hampa,
dan mungkin aku akan terbunuh oleh rinduku sendiri
Seandainya ragamu tak lagi bernyawa sebelum aku
Mungkin aku akan berteman dengan sepi sepanjang umurku,
bercumbu dengan pilu, dan pasti tak akan ada yang menggantimu dihati


Terpaksa
Oleh: Pujanggabajingan

Kamu memulai segalanya dengan terpaksa
Dan bodohnya aku yang selama ini mengenalmu,
Tanpa harus peduli cintantamu untuk siapa 

Memang tak pernah akan sejalan 
Walau di paksa untuk sejalan 
Memang sulit untuk sepaham 
Walau dipaksa untuk sepaham
Cinta tak sepatutnya dipakasakan
Sebab cinta bukan hal yang patut di paksakan


Pada Doa
Oleh: Pujanggabajingan

Doa ini masih tentang kamu
Tentang rindu dan pulangmu yang semoga masih untukku
Tentang kamu yang semoga dalam lindunganNya

Walau terkadang hari-hari begitu sulit tanpa kehadiranmu
Dan waktu seolah berjalan begitu lamban tanpamu

Tak mengapa,
Hanya pada doa...
Kutitipkan segala harap,
Kutitikan segala cita-cita,
Kutitipkan segala angan

Dan hanya pada doa
Kuhancurkan segala rindu
Kumusnahkan segala pilu
Kuhapus segala Prasangka


Hanya Pelarian
Oleh: Pujanggabajingan

Jujur... aku tidak ada masalah denganmu yang menjadikaku pelarian
Setidaknya aku telah mengutarakan hasratku yang telah lama terpendam
Mengecap manisnya cinta walau hanya sesaat
Bersamamu...

Aku tahu...
Kamu merindukannya
Dan hatinya adalah pilihan untukmu berpulang

Pergilah...
Bila nanti hatimu kembali disakiti olehnya,
Datanglah padaku...
Aku rela pembasuh lukamu
Aku rela menjadi pemeran penggati dalam kisahmu


Mendefinisikan Rasa
Oleh: Pujanggabajingan

Aku sedang dalam keadaan tak mampu mendefinisikan rasa
Yang hadir ketika waktu berjalan begitu lamban
Yang hadir ketika hidup berada dititik terendah
Terima kasih untukmu...

Aku ingin kita terus berjalan beriringan
Bergandeng tangan meluapkan rasa
Saling membasuh luka,
Luka dari masa lalu yang membuat kita menderita
Terima kasih untukmu...


Mungkin
Oleh: Pujanggabajingan

Mungkin pelukanmu tak sehangat mentari
Yang memhapus dinginnya pagi
Tapi aku tak ingin kamu menjadi mentari
Yang hanya menghangatkan di pagi hari

Mungkin kamu tak seindah pelangi
Yang datang setelah badai
Tapi aku tak ingin kamu menjadi pelangi
Yang indahnya hanya sesaat

Mungkin kamu tak segemerlap bintang di langit
Yang memukau di malam hari
Tapi aku tak ingin kamu menjadi bintang
Yang gemerlapnya sirnah ketika pagi datang


Teka-Teki
Oleh: Pujanggabajingan

Aku orang yang tak pandai memecahkan teka teki
Dari serangkaian teka teki yang kau bagikan dimedia sosial
Tak ada satu pun yang dapat ku tebak dengan benar

Aku bukanlah detektif yang pandai memecahkan masalah
Dari serangkai masalah yang kau berikan padaku
Tak ada satu pun yang dapat ku tahu akarnya

Mungkin ini sederhana bagimu, namun sulit bagiku
Sudahlah...
Tak perlu mengumbar kisah kita di media sosial
Tak perlu seisi dunia tahu tentang hubungan kita
Kita hanya perlu saling berbagi di ruang kita
Tanpa harus berbagi keluar...


Pernah
Oleh: Pujanggabajingan

Mungkin aku hanyalah sebatas kata “Pernah”
Pernah mengisi hatimu
Pernah mewarnai harimu
Pernah dirindui olehmu

Aku tak pernah berharap menjadi sekedar kata “pernah”
Yang seolah hanya sepintas lalu
Dan tak berkesan apa-apa


Malam Sendu
Oleh: Pujanggabajingan

Malam menyapa
Dengan sedikit sendu
Membawa nestapa
Padaku yang sedang merindu

Sementara waktu terus memaki,
Aku yang hampir terbunuh oleh rinduku sendiri
Sementara jarak terus berlari
Meninggalkan aku yang mulai lelah menanti

Begitu pula kamu 
Yang tak sedikit pun kabar berita
Hilang ditelan kesibukanmu sendiri
Tanpa kau sadari
Diujung bumi lain
Ada yang merindu dan menanti...

Klise
Oleh: Pujanggabajingan

Kamu sedang apa ?
Lagi sama siapa ?
Pertanyaan "Klise" yang sering kau tanyakan padaku
Sementara hatimu kau sandarkan padanya

Mungkin kamu menganggapku jam dinding
Yang hanya kau tengok untuk melihat waktu
Mungkin kamu menganggapku antibiotik
Yang kau butuhkan untuk mecegah infeksi


Mencintai Sahabat
Oleh: Pujanggabajingan

Aku dan kamu adalah sahabat
Banyak waktu yang kita lewati bersama
Banyak cerita yang kita bagi bersama
Baik suka maupun duka

Maafkan jika aku seolah menghianati persahabatan kita
Aku hanya tak lagi mampu mendefenisikan rasa,
Tak lagi mampu memendam rasa,
Rasa yang tak ingin membusuk di relung hati
Dan akan menjadi penyesalan diesok hari

Izinkan aku menjadi pemilik hatimu
Walau mungkin tidak seromantis dia,
Tidak setampan dia,
Tidak secerdas dia,
Setidaknya aku memberimu kepastian


Tak Pantas
Oleh: Pujanggabajingan

Aku berada dikeadaan tak pantas untuk khawatir,
tak pantas untuk memanggil,
tak pantas untuk menyapa,
tak pantas untuk merindu,
tak pantas untuk mencinta
dan tak pantas untuk memeluk

Namun dalam ketidak pantasan
Hati berharap untuk dipantasakan
Sehingga apabila kita bertemu dalam suatu waktu
Entah dalam kondisi apapun
Kepantasan bukan lagi sesuatu yang kukhawatirkan
Sepeti saat ini...

Sebab tak ada khawatir, tak ada panggilan, tak ada sapa,
tak ada rindu, tak ada cinta, dan tak ada peluk
 yang kuinginkan selain dari padamu


Keterbatasan
Oleh: Pujanggabajingan

Tahukah kamu seberapa dalam lautan ?
Tahukah kamu seberapa luas samudra ?
Begitu banyak perihal yang ku tak tahu
Pandanganku terbatas, 
Langkahku terbatas,
Pengetahuanku terbatas,
Begitupula tentangmu

Bukan...
Bukan berarti aku tak mau menjangkaumu
Dengan segala keterbatasan
Aku tidak mau membuatmu menyesal

Bukan...
Bukan berarti aku tak ingin mendalamimu
Dengan segala kekurangan
Aku tidak ingin membuatmu kecewa

Ingin Kenal
Oleh: Pujanggabajingan

Jangan lari sayang
Aku tidak bermaksud jahat
Hanya ingin sekedar kenal
Padamu yang memukau hati

Jangan sembunyi sayang
Aku hanya ingin berbagi rasa
Yang datang tulus dari hati
Semoga membalas ini

Terjerat Mimpi
Oleh: Pujanggabajingan

Mencintai yang tiada
Merindui yang tak berupa
Menginginkan yang tak terlihat
Aku terjerat mimpi

Entah siapakah dia
Mengisk, menghantui
Aku tergoda pada semu
yang mungkin sedang membodohiku

Ingin Seperti Dulu
Oleh: Pujanggabajingan

Hubungan kita...
Telah sampai pada keadaan tak saling mengungkapkan
Sulit untuk memulai pembicaraan
Kita selalu saling meragukan
Dan diam acuh akan semua persoalan

Aku tak ingin ini berlarut panjang
Mari kita saling membuka perasaan
Mengulik kenang yang bisa merekatkan
Aku ingin kita seperti dulu yang saling merindukan...

Ku Rasa Ini Indah
Oleh: Pujanggabajingan

Kurasa ini indah
Kita berpapasan
Saling bertabrakan
Matamu dan mataku beradu
Aku jatuh cinta...

Ku kira ini hanya ada di FTV
Sampai aku mengalaminya pagi ini
Semoga hatimu tak bertuan
Kalau tidak, jadikan aku milikmu

Pastikan
Oleh: Pujanggabajingan

Langkahku mantap
Sikapku bulat
Jiwa telah kupastikan siap
Untuk menujumu memastikan hatimu yang ketat

Namun ternyata lisanmu berkata lain
Namaku tak penah ada dihatimu
Tak mengapa, karena semua telah kupastikan
Lebih baik begini dari pada mati dibunuh rasa yang tak pasti

Merindukanmu
Oleh: Pujanggabajingan

Tanya berkecamuk dalam dada
Tentang dirimu yang dulu pernah ku cinta
Walau kini kita telah berpisah
Namun kenang selalu mengusik indah

Sedang apakah dirimu disana ?
Apakah rindu untukku masih ada ?
Kalau iya, aku juga merindumu
Masih sama seperti yang dulu

Kini aku hanya menikmati kenangan
Yang pernah kita ukir bersama
Dan aku harus membunuh rindu ini
Demi bahagiamu dan dirinya...

Mencari Pasti
Oleh: Pujanggabajingan

Degub jantung mengiringi langkah
Mencari pasti tentang pesona
Mungkinkah itu rasa yang telah menjelma
Memanggil mesrah di bawa purnama

kau yang indah memantapkan jiwa
Untuk melangkah mengejar pasti
Semoga hasrat ini diterima
Olehmu sang pemilik hati

Berbunga
Oleh: Pujanggabajingan

Telah kuterima bunga
Dan juga perasaanmu padaku
Hati jadi berbunga bunga,
Cintaku sempurna
Bintang bintang dilangit
Ikut merasakan bahagia ini

Kutunggu Di Rumah
Oleh: Pujanggabajingan

Aku bukan orang yang suka mengumbar,
Segala hal tentang diri dimedia sosial
Yang orang anggap harus
Terlalu bodoh bagiku

Kalau memang ingin kenal lebih jauh
Langsung saja datang kerumah
Tidak harus kucing kucingan dimedia sosial
Memposting berbagai macam kode
Yang memaksa diri harus mengeti
Ku tunggu kamu di rumah...

Katakan Pada Ibu dan Bapakmu
Oleh: Pujanggabajingan

Katakan pada ibu dan ayahmu
Aku mencintaimu
Jangan khawatir
Aku akan melamarmu

Aku tak mau menunggu
Tidak, hanya takut keselip orang lain
Walau aku tahu, kau hanya mencintaiku
Agak sedikit khawatir saja tentang pria lain
Tapi aku percaya kamu kok...

Sumpah
Oleh: Pujanggabajingan

Kita telah bersumpah
Untuk hidup se iya sekata
Melewati suka dan duka bersama
Saling memberi nasehat
Bila melakukan salah

Namun sumpah ya hanyalah sumpah
Zaman ini bukan zamannya sumpah
Begitu gampang mengingkar sumpah
Karena sumpah tak suci seperti dulu kala

Kamu Harus Tahu
Oleh: Pujanggabajingan

Aku tahu
Tentang tubuh yang lelah itu
Tentang jiwa yang dirundung sepi itu
Tentang rindu yang berkecamuk itu
Aku tahu...

Namun kamu harsu tahu
Aku pergi untuk kita
Untuk meraih angan yang kita damba
Meraih cita yang pernah ku janjikan
Kamu harus tahu...

Padamu
Oleh: Pujanggabajingan

Padamu darah ini bersir lebih kencang
Padamu debar dada ini terasa hebat
Padamu kutitipkan hati yang tulus
Padamu...

Dan padamu ku gantungkan harap
Dan padamu anganku menggeliat
Dan padamu aku mencinta
Dan padamu...

Apakah Ini Cinta
Oleh: Pujanggabajingan

Apakah ini cinta ?
Yang mendamba
Penuh harap

Apakah ini cinta ?
Yang gelisah
Tanpa alasan

Apakah ini cinta ?
Yang merindu
Tanpa sedikit pun jeda

Apakah ini cinta ?

Melikis Alam Dengan Kasih
Oleh: Pujanggabajingan

Langit malam indahku berganti pagi
Kau berubah menjadi bunga indah bermekaran
Dan aku menjadi mentari yang menyinari
Cahayaku pun terpendar padamu
Kita melukis alam dengan kasih

Kau dan aku ingin menjadi kita
Semoga rencana kan menjadi nyata
Tak ada ragu saling curiga
Hanya cinta kasih yang saling terjaga

Cinta Istimewa
Oleh: Pujanggabajingan

Cintaku istimewa
Menunggu dengan pasti
Tanpa sedikit pun tersakiti

Cintaku istimewa
Rela mengajukan raga
Untuk bersanding hingga renta

Cintaku istimewa
Membawamu bersama setia
Untuk hidup sampai ajal memisah

Mungkin Jodohku
Oleh: Pujanggabajingan

Hasrat ingin kenal lebih jauh
Jiwa ingin mendekat rapat
Seolah ini pasti
Kau mungkin jodohku

Terpukau panoramamu
Bukan hanya itu
Budi pekerti anggun memikatku
Kau mungkin jodohku

Mimpiku liar
Terbang kemana mana
Dimanakah alamatmu
Aku ingin meminangmu

Manusia Hebat
Oleh: Pujanggabajingan

Aku manusia hebat
Kuat bersembunyi lama dari cinta
Membunuh rasa
Menghepas asa
Jauh pergi...

Aku manusia hebat
Perkasa memendam suka
Memasung rindu
Membenci temu
Aku pergi...

Mawar
Oleh: Pujanggabajingan

Kau menggoda
Seperti mawar 
Cantik berduri
Terluka bila salah

Kau romantis
Seperti mawar
Pertanda rasa
Semoga...

Ingin Pergi
Oleh: Pujanggabajingan

Merintih dalam kesendirian
Tak ada sedikit pun perhatian
Hanya malam sesekali menyapa
Dan mimpi yang membuai

Menangis dalam sanubari
Berteriak memanggil
Tak ada seorang pun melirik
Semua sibuk dengan rasa sendiri
Aku ingin pergi
Dari keadaan yang menjengkelkan ini

Bagaimana kumpulan puisinya, apakah sudah mewakili perasaan kalian ? semoga. Hoo iya sekedar info bagi kamu yang baru berkunjung di blog ini, hapir semua puisi yang ada di blog ini adalah hasil karya mimin sendiri. Berhubung mimin dalam prosese belajar mohon maklum jika nanti puisinya agak tidak nyambung hehehe... terimakasih telah berkunjung sampai jumpa di kumpulan puisi cinta berikutnya...

0 Response to "40+ Kumpulan Puisi Cinta Ungkapan Perasaan Mendalam"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel