60+ Kumpulan Puisi Galau Terbaik Bertema Rindu, Cinta Romantis Bikin Sedih

Kumpulan Puisi Galau Terbaik Bertema Rindu, Cinta Romantis Bikin Sedih !!! Hallo sahabat puisi, apa kabar ? semoga sehat selalu yaa... siapasih yang tidak pernah merasakan cinta. Tentu sebagai manusia yang di berikan hati dan perasaan oleh yang Maha Kuasa, cinta telah menjadi rasa yang paling sering dirasakan.

Mencintai adalah hak semua orang. Entah itu orang dewasa, remaja maupun bocil-bocil, namun dikala badai cinta melanda hal yang paling tidak mengenakkan manakala rasa cinta itu di khianati atau orang yang dicintai lebih memilih dia  ketimbang dirimu. Tak terbayangkan sakitnya...

Tapi tenang, untuk menemani perasaan galaumu atau ingin ungkapin perasaanmu saat ini lewat puisi, tapi kamu tidak bisa buat puisi; mimin akan bagikan kumpulan puisi galau terbaik bertema rindu, cinta romantis bikin sedih yang mungkin mewakili perasaanmu saat ini. 

Baca juga :

Puisi Galau Terbaik Bertema Rindu, Cinta Romantis Bikin Sedih



Berdebat
Oleh: Pujanggabajingan

Kita selalu berdebat
Tentang salah dan benar,
Saling cemburu di seiap jejak
Ini begitu mengusik jiwa

Apa yang dapat kulakukan
Cemburu buta terlontar
Amarah memuncak
Kita tak terkendali
Mungkin harus diam kaku saja
Tanpa suara...

Hukuman
Oleh: Pujanggabajingan

Aku seorang lelaki
Yang tersandung jatuh
Pada sebuah cinta
Meratap...
Sebuah kesalahan
Yang tak mungkin di maaf
Aku tak ingin siuman
Dari derita
Biarlah mimpi menghukumku
Pasti...

Laraku
Oleh: Pujanggabajingan

Sejenak laraku menumbuh
Mendengar kabar waktu menunda datangmu,
Aku akan melewati senja sendiri lagi
Tanpa senyum indah wajahmu

Waktu ini begitu kejam
Memaksa kita untuk bersabar dan diam
Semoga penantian ini tak berakhir kelam
Seperti waktu yang silam..

Aku Lelah
Oleh: Pujanggabajingan

Suasana hati tak berwarna
Buram tak indah
Dibunuh lelah yang bersuara

Aku lelah... 
Menggali kenangan
Yang bersemayang dalam lubuk hati
Begitu mudah bagimu
Namun bagiku itu menyakitkan
Kau yang pandai mempermainkan rasa

Lelah Mencinta
Oleh: Pujanggabajingan

Terlalu lelah
Saat membicarakan rasa
Muak dengan segala
Terlalu kenyang di makan khianat
Aku tahu ini muslihat

Jika memang yang ini kurasa adalah suka
Maka aku ingin membunuhnya
Aku terlalu lelah
Untuk memulai lagi mencinta

Pembenaran
Oleh: Pujanggabajingan

Malam ini tak seindah malam kemarin
Malam dimana kita saling berbagi duka
Menikmati suka, dangan sang rembulan yang sedang catik cantiknya...

Namun apa daya, kita mulai saling curiga
Di obrak abrik cemburu yang membabibuta
Kita tenggelam dalam kehancuran

Malam malam berlalu
Kita masih tetap pada pendirian
Tak ada yang mau mengalah
Seakan pembenaran harus di dapat

Aku Sepi
Oleh: Pujanggabajingan

Aku tak ingin berlari sendiri
Hampa mengurung diri malam ini
Aku yang kosong jiwa dan hati
Terus mengeja waktu tiada arti

Meski raga mulai roboh
Di hepas angin rindu berhembus kencang
Jiwa meraung dalam kesendirian
Aku adalah sepi

Terluka
Oleh: Pujanggabajingan

Tak mampu lagi ku bernafas
Tubuhku seolah menolak segala
Begitu sesak didada
Mendengar kabar berita

Kau yang kucinta
Menikah diam diam tanpa cerita
Teluka...
Ragaku bagai hidup tanpa nyawa...

Aku Sendiri
Oleh: Pujanggabajingan

Senyum itu...
Yang selalu melukis hariku
Kini lenyap di sapu oleh sunyi
Yang datang membawamu pergi

Tawaku tak dapat lagi ku ukir
Bersama mimpi tentangmu
Rasa yang teramat sangat ini
Pada siapakah kucurahkan...
Aku sendiri

Dibuai Mimpi 
Oleh: Pujanggabajingan

Aku yeng telah menunggu lama
Namun kau lebih memilihnya
Aku yang mencintamu tulus
Namun kau membuatku pupus

Diri ini bukan siapa siapa
Tak pantas mengharap banyak
Apalagi mengharap angan menjadi nyata
Aku dibuai mimpi belaka

Datang dan Menghilang
Oleh: Pujanggabajingan

Mentari begitu terik hari ini
Panasnya membakar kulitku
Keringat berkucuran tak terkendali
Seperti amarahmu yang datang bertubi...

Begitu kering siang ini
Kerongkonganku mendamba tetesan dahaga
Yang pergi entah kemana
Seperti hatimu menghilang tanpa jejak...

Berbagi Sepi
Oleh: Pujanggabajingan

Hunjan datang membasahi ragaku
Namun rindu begitu kuat menahanku untuk berajak dari pijakanku,
Aku menggigil kedinginan
Wajahku pucat,
Mataku merah
Dan airmataku jatuh berbaur bersama hujan

Kau yang begitu kurindukan
Disudut ruang ini
Kita pernah berbagi sepi
Dia menjadi saksi betapa kita saling mengasihi

Dimana Perasaamu
Oleh: Pujanggabajingan

Dimana perasaanmu ?
Aku terus menunggu sang waktu
Yang sengaja berlarut larut
Namun tidak dengan rasaku padamu
Mencintai dengan segala ketulusan

Kau yang begitu ku inginkan
Kau yang begitu ku rindukan
Namun tak sedikit pun menginkanku
Tak sedikit pun merindukanku

Malam
Oleh: Pujanggabajingan

Malam...
Cepatlah berlalu pergi,
Pergi dariku yang tak ingin menatap gelapmu lagi,
Gelap yang begitu mudah di susupi bayang kenang mengganggu hati

Malam...
Bolekah aku bertanya ?
Pada siapa kutitipkan luka ini ?
Pada siapa ku harus mengadu tentang air mata ini ?
Tidak mungkin kamu
Yang pergi datang silih berganti...

Malam...
Untuk malam ini
Jangan kau ganggu lelapku
Dengan kisah kisah basimu...

Ingin Tersampaikan
Oleh: Pujanggabajingan

Tak mampu melangkah kedepan
Atau kembali kebelakang,
Kedepan kabut menutupi
Dan kebelakang gelap pekat terjaga

Sementara asa dan rasa
Bergejolak kuat ingin tersampaikan
 Aku hanya bisa diam dalam kesendirian menyiksa
Membunuh masa,
Melindas kenangan,
Yang tak pernah sedikit pun melirikku


Hentikan Tangismu
Oleh: Pujanggabajingan

Terisak, menangis di sudut kamar kecilku
Siapakah itu ?
Beraninya mengganggu malamku
Ahh ternyata hatiku yang sedang meratapi sakitnya di khianati...

Sudahlah..
Yang pergi biarlah pergi
Cukuplah, jangan kau ratapi
Sungguh rugi merindu pada orang yang tak merindumu
Sunggu rugi mencinta pada orang tak mencintaimu
Diamlah, aku lelah..
Jadi hentikan tangismu...

Gede Rasa
Oleh: Pujanggabajingan

Ada serpihan kenang
Yang masih tercatat
Pada buku bergambar hati
Di laci meja kamarku

Sesekali kubuka
Hanya sekedar bernostalgia
Pada masa cinta monyet berjaya
Dan kamu, yang pernah singgah di hatiku kala itu

Entahlah...
Aku hanya terus bertanya tanya dalam hati
Mengapa kau membuatku tergoda..
Tutur sapamu yang begitu lembut padaku
Membuatku jatuh cinta padamu...
Namun setelah ku ungkapkan rasa,
Kau tolak aku mentah mentah...
Kau yang pandai mempermainkan rasa
Entahlah...
Mungkin aku terlalu GR


Perang
Oleh: Pujanggabajingan

Kita terjebak dalam keadaan,
Keadaan yang sailing menyakiti lewat kata kata
Laksana belati yang tajam
Kata katamu menyakitiku

Bagimu ini adalah perang,
Perang yang harus kau menangkan
 Namun bagiku ini adalah derita,
Derita yang sangat melukai jiwa

Ahhh sudahlah
Aku ingin rehat..
Mungkin menghilang darimu selamanya...

Lidah Membatu
Oleh: Pujanggabajingan

Wahai gadis berpipi merah
Indah wajahmu manis memikat
Tutur kata santun ceria
Bak mekar bunga ditaman syurga
Hayalku liar tak terkendali

Hmmm...
Hanya mampu menggerutu pada diri
yang tak mampu menggapaimu
Menatapmu saja aku tak mampu
Apa lagi mengungkapkan rasa
Lidahku membatu

Sesal
Oleh: Pujanggabajingan

Ratapan hujan yang kian deras setia menemaniku,
Layaknya bumi dan langit yang saling menatap
Ingin kuhalangi lakahmu,
Untuk menjauh dariku...

Teriakan hati yang begitu lantang,
  Tak mampu membuat langkahmu berhenti
 Bahkan walau hanya sejenak,
Untuk sekedar menoleh kepadaku...

Kau tetap teguh
Akan pendirian tegasmu
Hanya sesal yang kuratapi...

Sampai Kapan
Oleh: Pujanggabajingan

Sampai kapan hatimu akan bertahan,
Disakiti olehnya yang tak sedikit pun mencintaimu
Sampai kapan hatimu akan kuat
Di lukai olehnya yang tak sedikit pun memperdulikanmu

Sampai kapan hatimu akan setia
Disakiti olehnya yang selingkuh di belakangmu
Sampai kapan hatimu akan bersabar
Dilukai olehnya yang pemarah

Sampai kapan ?

Aku Lelah
Oleh: Pujanggabajingan

Ingin rasanya menjerit,
Meronta,
menangis
Karena luka ini

Tak tertahankan
Ragaku tak sanggup menerima ini
Rasanya ingin menyudahi segala
Aku lelah...

Jendela Hati
Oleh: Pujanggabajingan

Di jendela hati yang terluka
Tempat para penggoda durjana
Dan pada jiwa yang penuh amarah
Aku terus maju melangkah

Berdiri tegap
Agar tak ada orang yang tahu luka
Aku akan terima segala
Kesalahan yang tersematkan

Dua Pilihan
Oleh: Pujanggabajingan

Kini aku berada dalam dua pilihan sulit
Terus menanti atau pergi
Menanti, kedatangannya yang tak kunjung memberi kabar pasti,
Pergi, menerima cinta yang terus datang menggoda hati

Satu yang mengganjal dihati
Raga sudah terlalu lelah
Dimakan harap,
Namun rasa begitu ngotot untuk terus berjuang sampai akhir

Sadis
Oleh: Pujanggabajingan

Aku yang datang kembali
di bujuk rayumu
Kini kecewa lagi
Karena di cabik cinta dustamu

Sadis..
Dikala aku hanya kau jadikan umpan
Agar dia kembali padamu
Luka yang kau gores ini
Tak berdarah lagi
karena darahnya telah habis diperas dustamu...

Berbeda
Oleh: Pujanggabajingan

Kamu indah,
Aku buruk
Kamu cantik,
Aku jelek
Kamu kaya,
Aku miskin
Kamu bangsawan,
Aku budak
Kita adalah sesuatu yang berlawan
Telah di takdirkan oleh alam
Aku dan kamu menjadi kita adalah kemustahilan
Kita berbeda....

Seperti Mimpi
Oleh: Pujanggabajingan

Ketika keputusanmu telah bulat
Untuk pergi dari hatiku,
Seketika itu pula dindingnya terluka
Tergores kenangan yang kau campakan begitu saja

Bintang pun tak indah lagi
Langit pun tak menarik lagi
Duniaku lenyap
Seperti mimpi

Soal Rumit
Oleh: Pujanggabajingan

Pada malam yang gelap
Dan berirama sendu ini
Aku ingin berkonsentrasi,
Mendefinisikan rasa
Yang tak begitu pasti,

Aku kebingungan...
Terkadang kita saling benci
Namun terkadang saling rindu
Aku merasa sedang menyelesaikan soal yang begitu rumit...
Mungkin, kita perlu saling bekerja sama
Untuk mencari jawabannya...

Rindu Tak Pantas
Oleh: Pujanggabajingan

Bintang selalu saja tahu keadaanku
Sengaja indah malam ini
Hanya untuk menghibur suasana hati
Yang tengah kalut...

Merindu pada yang tak pantas dirindui
Mencinta pada yang haram dicintai
Aku hanya bisa berbicara pada bintang,
Dan bulan malam ini
Meski rasa sulit untuk di redam
Aku selalu mendoakan kebahagianmu

Pilihan
Oleh: Pujanggabajingan



Gemercik hujan jatuh kebumi

Seolah menari nari
Mengejekku yang sedang di rundung duka,
Kehilanganmu...



Diantara dua pilihan

Yang diperhadapkan padamu
Kamu rela di berbudak pada emas dan permata
Kau tendang jauh jauh,
Cinta tulus yang ku sungguhkan
Sungguh hanya untumu



Biarlah...

Aku akan menjadi penoton saja,
Dalam kisahmu
Apakah akan berakhir bahagia... ?
Atau karma akan membalas segala sakitku... ?


Terjebak
Oleh: Pujanggabajingan

Kita hanya mampu mengulas sesal
Yang tiba tiba muncul di tengah hubungan
Tanpa kepastian...

Di momen momen besama,
Kita gagap dan lupa berdiskusi tentang masa depan
Aku dan kamu tak mampu mendefenisikan rasa
Kita terjebak...

Jangan Menoleh
Oleh: Pujanggabajingan

Lekaslah pergi
Buang jauh belas kasihmu
Biar luka yang kau sayat ini
Ku jahit sendiri

Jangan menoleh lagi
Aku tak sudi melihatmu
Telah ku tikam semua rasa dalam hati
Dan rindu telah kukubur dalam sanubari

Merindukan
Oleh: Pujanggabajingan

Lama sudah waktu meninggalkan kisah kita
Namun masih kusimpan kenangan
Yang kita lewati bersama
Dari saling menyakiti sampai saling mengasihi
Bergantian kamu dan aku mengalami...

Dengan semua kenangan itu
Aku terus merindumu
Meski kini kau dan aku berada dalam dimensi yang berbeda
 Aku merindukanmu...

Lekaslah Pergi
Oleh: Pujanggabajingan

Waktu yang berlalu
Menggores sejuta kenangan
Dan penyesalan datang belakangan

Ada yang ku rindukan
Dari dekapan hingga belai tanganmu
Yang menghilang bersama kenangan

Rindu...
Lekaslah pergi
Jangan berlama lama disini
Kau begitu menyiksa hati...

Semoga
Oleh: Pujanggabajingan

Ku peluk hening malam itu
Berharap penantian terus tegar menantang hari
Dan rasa terus tegap berdiri walau dihantam rindu
yang tak mau kompromi
akankah kau disana sepertiku disini ?
semoga...

langit dan bintang bintang malam itu
Menertawakan keadaanku
Rasanya ingin beristirahat sejenak
Merebahkan raga yang di makan lelah...

Sepi
Oleh: Pujanggabajingan

Ternyata sepi belum bosan denganku
Terus menghampiri di setiap waktu
Mungkin sepi merinduku
Hingga tak sudi pergi dari hidupku

Aku adalah sepi
Orang yang selalu di tinggal cinta
Akhirnya terus bercinta dengan sepi
Bersatu dalam waktu dengan sepi


Lelah
Oleh: Pujanggabajingan

Aku hilang arah
Mencarimu entah dimana
Lelah mengunyah ragaku tanpa ampun
Terkapar hati tiada pasti

Pun juga dirimu
Yang linglung kebingungan
Terbuai akan angan
Yang jauh dari kenyataan

Tiba Tiba
Oleh: Pujanggabajingan

Suatu malam
Dikala purnama sedang cantik cantiknya
Tiba tiba menghilang
Di telan awan pekat hitam

Tepat seperti itu
Kau menghilang tiba tiba dari pandanganku
Tanpa sedikit pun kata pisah
Atau kata permisih

Sendiri
Oleh: Pujanggabajingan

Di ujung hari
Ketika senja permisi untuk pergi
Hati merasa hampa
Tanpa sehari pun mendengar keluhmu

Sendiri dan sepi
Rasanya ingin menghilang pergi
Dari keadaan yang menyiksa ini,
Menujumu yang berlari
Berjak dari kisahku
Aku merindumu...

Memutar Waktu
Oleh: Pujanggabajingan

Bila aku dapat memutar waktu
Maka hari hari bersamamu adalah waktu yang ingin ku ulang
Mendengar suaramu,
Menikmati rekah senyummu,
Sepanjang waktu

Kamu bagian dari hidupku,
Yang hilang pergi
Dan tak mungkin kembali lagi
Kamu sejara yang terinda dalam kisahku
Kamu akan kusimpan abadi dalam lemari kenanganku

Jalan Cintaku
Oleh: Pujanggabajingan

Hatiku bulum juga nyaman untukmu
Buktinya, aku belum menjadi alasan untukmu pulang
Jiwa petualangmu terlalu kuat
Golaramu sulit untuk di redam

Lebih baik aku permisi segera
Sebelum aku jatuh dalam luka dan derita
Mengais cintamu,
Yang kau cecer sepanjang jalan
Bukanlah jalan cintaku

Lengah
Oleh: Pujanggabajingan

Aku terlalu sibuk menunggumu
Sampai aku lengah,
Dinding periasaimu mulai rapuh
Dihantam badai rayu

Memang sulit
Dikala penantian tak didasari tekat kuat
Ahh… sudahlah
Selamat berbahagia
Mungkin dia jauh lebih pantas untukmu,
Jauh lebih mapan bagimu,
Jauh lebih gagah dariku

Risau
Oleh: Pujanggabajingan

Sapaku tak lagi nyaman di telingamu
Aku kini hanya menjadi risau dalam hatimu
Hati yang sedang terpapar galau

Jangan sungkan sayang
Katakana saja
Bila memang ada seseorang
Yang telah mengambil hatimu dariku,

Akan kubekukan rasa ini bersama kenangan kita
Dan kujadikan perhiasan di hatiku
Sampai kau sadar tidak ada orang yang mencintaimu, lebih dari aku…

Membisu
Oleh: Pujanggabajingan

 Lebih baik membisu
Pada kesendirian
Dari pada sapa dan tanya
Di tolak mentah-mentah

Memang pengecut
Kalah sebelum berperang
Tapi itulah aku
Yang trauma akan masa lalu
Di campakan…

Cinta dan Rindu Semu
Oleh: Pujanggabajingan


Telah ku tahu

Ini semua sia-sia
Biarkan saja
Persetan dengan perkataan orang


Lebih baik begini

Mencintai semu
Merindui semu
Dari pada gelisah
Karena rasa yang tak terlampiaskan
Bisa membunuh perlahan

Menuntut
Oleh: Pujanggabajingan

Hujan seolah berteriak
Di tepian beranda
Mengamuk bersama angin
Yang selama ini diam

Mungkin mereka menuntut kepastian
Sikapku yang membeku
Bersama mimpi tentangmu
Yang Ingin kubunuh selama ini…

Tapi keberanian
Tak kunjung memuntahkan tajinya
Bahkan hanya untuk mengucapkan kata pisah
Aku tak sanggup…

Jarak dan Waktu
Oleh: Pujanggabajingan

Jarak dan waktu selalu bersekongkol
Menghancurkan cinta dua insan
Merusak rindu yang tak tersampaikan
Dengan saling berbagi peran

Mereka penjahat cinta sesungguhnya
Membunuh asa
Memadamkan bara api cinta
Tanpa pandang bulu

Khayalku
Oleh: Pujanggabajingan

Sunyi malam ini
Rasanya Ingin ku peluk bintang
yang menggoda dilangit indah
Bersama semilir angin
Kudekap semu ragamu
Dan detak jantungku beradu
Khayalku tak terkendali…

Syahdu indah matamu
Semakin memperburuk keadaan
Bangsat…
Aku hanya mampu memaki jarak
Yang begitu menyebalkan

Bersebrangan
Oleh: Pujanggabajingan

Jejak langkahku sudah jauh
Jauh menyusuri hatimu
Dan betapa bias batas nyata
ku saksikan kita besebrangan

Dan saat ini mungkin
Percuma kulanjutkan
Semua telah kupastikan
Dari cemas yang selalu datang tanpa sebab
Sampai gelisah yang tak berkesudahan
Kita tak mungkin sejalan…

Adamu
Oleh: Pujanggabajingan

Bagaimana aku menangani penyesalan
Tentang kebersamaan
Waktu bersamamu
Yang sengaja ku ketepikan

Aku…
Inginkan adamu
Walau sejenak saja

Tercabik
Oleh: Pujanggabajingan


Tersentak jiwaku
Terbangun dari mimpiku
Tanpa sadar airmata membasahi pipiku
Pilu bagai ditusuk sembilu


Hatiku tercabik
Terluka berdarah menganga
Berharap ini hanyalah mimpi buruk
Yang datang karena lelah


Mataku terbelalak
Melihat dirimu lebih memilihnya
Jiwaku berteriak
Bibirku terbungkam
Aku terdiam pasrah
Hanya ikhlas yang dapat kulakukan

Malam Panjang
Oleh: Pujanggabajingan

Pada langit rembulan, bintang bintang
Yang terlentang di langit malam ini
Kurebahkan ragaku pada bumi
Sembari menikmati kalian

Ingin kulewati malam yang panjang ini
Tanpa sedikitpun rasa penyesalan
Walau dalam keheningan
Rasa itu muncul diam diam
Menyelinap dalam mimpiku

Harapku hari esok
Ketika ku terbangun
Bayangmu musnah dari ingatanku

Melupakan
Oleh: Pujanggabajingan


Kau yang menyapaku pertama kali
Tapi kau pula yang memaksaku untuk melupakan
Saat namamu tak ada lagi di hatiku
Saat itu pula hatiku menjadi kosong


Pikiranku muram
Jiwaku suram
Tak ada yang dapat kulakukan
Karena aku tak mampu membaca arah
Atau pun menyuarakan rasa

Senyum Palsu
Oleh: Pujanggabajingan

Senyum palsu
Untuk menutupi duka
Karena ditinggal kekasih
Yang pergi kelain hati
Hanya berharap pada hujan
Yang kan datang membasuh luka
Luka yang tak berdarah
Namun sakitnya buat hilang arah

Senyum palsu
Kan terus terlontar
Dari wajahku
Walau hati di rundung pilu

Cintamu
Oleh: Pujanggabajingan

Bagai bunga yang mekar
Semerbak harum baunya
Tiba tiba layu

Bagai embun pagi
Yang menguap pergi
Seiring datangnya mentari
Itulah cintamu

Purnamaku
Oleh: Pujanggabajingan


Purnamaku…
Mengapa wajahmu muram
Tak indah memikat lagi
Seperti kemarin dikala hatiku bersamamu


Purnamaku…
Mengapa sinarmu jadi temaram
Tak elok lagi
Seperti dulu dikala hatiku memujamu


Purnamaku…
Kupastikan padamu aku baik-baik saja
Walau dengan segala luka menganga
Dan kehilanganmu adalah satu satunya nestapa bagiku

Yang Aku dan Kamu Tahu
Oleh: Pujanggabajingan

Haruskah aku berteriak
Tentang rasaku padamu
Ataukah memedamnya
Dalam lubuk hatiku

Yang aku tahu
Aku mencintaimu
Yang kamu tahu
Aku teman terbaikmu

Yang aku rasa
Getar cinta dalam hatiku
Namun hatimu tak memilihku

Air Mata
Oleh: pujanggabajingan


Aku akan terus menangis
Mengenang kepergianmu
Yang begitu menyakitiku
Dan bila pagi datang
Lihatlah jendela-jendela rumahmu
Akan terlihat basah
Itulah air mataku
Yang terus tumpah
Karenamu…

Menjadi Sampah
Oleh: Pujanggabajingan

Aku hanyalah daun kering
Yang tersapu angin
Tak berarti
Tak menarik

Aku hanyalah selembar kertas putih
Yang kau coret karena murkamu
Tak berguna
Menjadi sampah

Sang Pengecut
Oleh: Pujanggabajingan

Dengan mempersilahkanmu untuk pergi
Aku berpikir itu adalah keputusan terbaikku
Dengan melepaskan segala ingatan tentangmu
Aku merasa itu adalah pihan terbaik untukku

Itulah aku
Sang pengecut
Yang sejenak memilikimu
Lalu hilang
Membiarkan pengganti yang lebih berhak



Nah bagaimana kumpulan puisi galau yang mimin bagikan ? semoga dapat mewakili perasaanmu saat ini. Hoo iya bagi kamu yang baru berkunjung di blog ini, selamat datang. Sekedar info hampir semua puisi yang ada di blog ini adalah karya mimin sendiri jadi maafkan bila ada puisi yang agak tidak nyambung karena mimin juga dalam proses belajar. Sampai disini dulu kumpulan puisi yang dapat mimin bagikan, sampai jumpa di kumpulan puisi lainnya.

0 Response to "60+ Kumpulan Puisi Galau Terbaik Bertema Rindu, Cinta Romantis Bikin Sedih"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel