Kumpulan Puisi Galau, Rindu, Cinta, Romantis Paling Terbaru dan Terbaik

Kumpulan Puisi Galau, Rindu, Cinta, Romantis Paling Terbaru dan Terbaik !!! Hallo sahabat puisi, apa kabar ? kamu lagi cari puisi tema galau, rindu cinta romantis yang menyayat hati, hmmm iya mimin paham kok bukan untuk kamu, untuk tugas sekolah hehehe... 

Cinta selalu punya kesan tersendiri bagi setiap yang mengalaminya, Tentunya banyak cerita yang terlewatkan dengan cinta. Bagi yang gagal dalam bercinta atau di tinggalkan tanpa sedikitpun berita jangan galau berkepanjangan karena ada mimin disini hehehe...

Kali ini mimin akan bagikan kumpulan puisi galau rindu, cinta, romantis paling terbaru dan terbaik yang tentunya untuk menghibur hati kamu yang lagi galau atau kamu yang  galau dan pusing karena lagi cari inspirasi puisi untuk tugas sekolah. Tenang dan tetap santai kita langsung saja ketekape, selamat membaca...

Baca Juga :

Puisi Galau, Rindu, Cinta, Romantis Paling Terbaru dan Terbaik


Terpaksa
Oleh: Pujanggabajingan

Kamu memulai segalanya dengan terpaksa
Dan bodohnya aku yang selama ini mengenalmu,
Tanpa harus peduli cintantamu untuk siapa 

Memang tak pernah akan sejalan 
Walau di paksa untuk sejalan 
Memang sulit untuk sepaham 
Walau dipaksa untuk sepaham
Cinta tak sepatutnya dipakasakan
Sebab cinta bukan hal yang patut di paksakan

Tersenyumlah
Oleh: Pujanggabajingan

Hai Tersenyumlah...
Jangan bersedih
Hapuslah air mata yang membasahi pipimu
Kita berpisah bukan karena salahmu ataupun salahku
Tapi salah waktu yang begitu lama menuntun kita ketitik temu...

Hai tersenyumlah...
Jangan bersedih
Lebarkan tawa dipipi manismu
Kita berpisah bukan karena saling membenci
Tapi karena kita tak mampu lagi berpegangan tangan dan berjalan beriringan...

Hati Berdarah
Oleh: Pujanggabajingan

Langit sudah tampak mendung lebih dari abu-abu,
Bahkan sudah hitam pekat
Mungkin sebentar lagi akan hujan
Atau lebih dari sekedar hujan
Bisa jadi badai...

Hati sudah mulai berdarah parah tak terawat,
Bahkan sudah mulai membusuk
Mungkin sebentar lagi akan di kerumuni belatung
Bisa jadi juga ular...

Klise
Oleh: Pujanggabajingan

Kamu sedang apa ?
Lagi sama siapa ?
Pertanyaan "Klise" yang sering kau tanyakan padaku
Sementara hatimu kau sandarkan padanya

Mungkin kamu menganggapku jam dinding
Yang hanya kau tengok untuk melihat waktu
Mungkin kamu menganggapku antibiotik
Yang kau butuhkan untuk mecegah infeksi

Malam Sendu
Oleh: Pujanggabajingan

Malam menyapa
Dengan sedikit sendu
Membawa nestapa
Padaku yang sedang merindu

Sementara waktu terus memaki,
Aku yang hampir terbunuh oleh rinduku sendiri
Sementara jarak terus berlari
Meninggalkan aku yang mulai lelah menanti

Begitu pula kamu 
Yang tak sedikit pun kabar berita
Hilang ditelan kesibukanmu sendiri
Tanpa kau sadari
Diujung bumi lain
Ada yang merindu dan menanti...

Pernah
Oleh: Pujanggabajingan

Mungkin aku hanyalah sebatas kata “Pernah”
Pernah mengisi hatimu
Pernah mewarnai harimu
Pernah dirindui olehmu

Aku tak pernah berharap menjadi sekedar kata “pernah”
Yang seolah hanya sepintas lalu
Dan tak berkesan apa-apa

Teka-Teki
Oleh: Pujanggabajingan

Aku orang yang tak pandai memecahkan teka teki
Dari serangkaian teka teki yang kau bagikan dimedia sosial
Tak ada satu pun yang dapat ku tebak dengan benar

Aku bukanlah detektif yang pandai memecahkan masalah
Dari serangkai masalah yang kau berikan padaku
Tak ada satu pun yang dapat ku tahu akarnya

Mungkin ini sederhana bagimu, namun sulit bagiku
Sudahlah...
Tak perlu mengumbar kisah kita di media sosial
Tak perlu seisi dunia tahu tentang hubungan kita
Kita hanya perlu saling berbagi di ruang kita
Tanpa harus berbagi keluar...

Tak Ingin Diganggu
Oleh: Pujanggabajingan

Hatiku sedang tak ingin diganggu
Menyingkirlah, jangan menyentuhnya
Lukanya belum lagi kering
Setelah kau siram dengan air keras tempo hari

Hatiku sedang tak ingin diganggu
Menjauhlah, jangan tampakkan rautmu
Dindingnya masih lagi melepuh
Setelah terbakar api cemburu

Mungkin
Oleh: Pujanggabajingan

Mungkin pelukanmu tak sehangat mentari
Yang memhapus dinginnya pagi
Tapi aku tak ingin kamu menjadi mentari
Yang hanya menghangatkan di pagi hari

Mungkin kamu tak seindah pelangi
Yang datang setelah badai
Tapi aku tak ingin kamu menjadi pelangi
Yang indahnya hanya sesaat

Mungkin kamu tak segemerlap bintang di langit
Yang memukau di malam hari
Tapi aku tak ingin kamu menjadi bintang
Yang gemerlapnya sirnah ketika pagi datang

Hanya Pelarian
Oleh: Pujanggabajingan

Jujur... aku tidak ada masalah denganmu yang menjadikaku pelarian
Setidaknya aku telah mengutarakan hasratku yang telah lama terpendam
Mengecap manisnya cinta walau hanya sesaat
Bersamamu...

Aku tahu...
Kamu merindukannya
Dan hatinya adalah pilihan untukmu berpulang

Pergilah...
Bila nanti hatimu kembali disakiti olehnya,
Datanglah padaku...
Aku rela pembasuh lukamu
Aku rela menjadi pemeran penggati dalam kisahmu

Karma
Oleh: Pujanggabajingan

Berdesir darahku mendengar kabar tentangmu
Yang telah di khianati oleh dia lelaki pilihanmu
Karma ...
Mungkin itu yang sedang menimpamu

Seperti aku yang kau tinggalkan dulu
Hari hari akan di temani rasa sakit,
Cinta yang terbangun hancur menjadi puing
Dan yang dapat kamu lakukan hanyalah bersembunyi dalam kamar sepi,
Terisak meratapi...

Sudahlah...
Mengapa harus meratapi orang yang telah menyakiti
Bukankah dia telah memilih untuk menghianati
Yang harus kamu lakukan adalah membasuh lukamu
Biarkan waktu yang menjadi obat penyembuh
Anggap saja dia bagian dari prosesmu...

Cermin-Cermin
Oleh: Pujanggabajingan

Aku selalu menempatkan cermin disetiap sudut-sudut kamar
Bukan karena aku menyukainya, atau ingin mengoleksinya
Entahlah...
Mungkin karena aku terlalu takut,
yaa... takut mencintaimu
dan apabila itu terjadi, cermin-cermin itu akan meyadarkanku dari mimpi tentangmu, tentang ingin memilikimu; aku hanya ingin terus tersadar, dan tak ingin melampaui batas

Mungkin terkesan pasrah dengan keadaan; kalah sebelum berperang,
Aku tahu begitu banyak orang diluar sana yang sedang berjuang memilikimu,
Aku memilih untuk tersisih, Karena berjuang memelikimu adalah mustahil bagiku...

Kedatanganmu
Oleh: Pujanggabajingan

Dan kemudian kamu datang
Memporandakan tekatku
Yang ingin sejenak menepi
Dari bayang masa lalu

Dan kemudian kamu datang
Menghancurkan hasratku
Yang ingin beranjak pergi
Dari rindu menyiksa diri

Dan kemudian kamu datang
Menabur benih cinta
Di tanah tandus yang gersang
Semoga beruntung...

Selalu Menyapamu
Oleh: Pujanggabajingan

Aku selalu menyapamu lewat lagu
Lagu yang kucipta sendiri,
Untukmu...
Tapi, aku malu bernyanyi di hadapanmu

Aku selalu menyapamu lewat puisi
Puisi yang kubuat sendiri,
Untukmu...
Tapi, aku malu membacanya di hadapanmu

Aku selalu menyapamu lewat surat cinta
Surat yang kutilis sendiri,
Untukmu...
Tapi, aku malu memberikannya padamu

Aku hanya mampu menyapa
Tapi tak berharap sapa


Ilusi
Oleh: Pujanggabajingan

Aku yakin kamu hanyalah ilusi
Yang datang mengakuisisi,
Puing puing reruntuhan masa lalu
Yang sedang kuratapi

Aku yakin kamu hanyalah ilusi
Yang datang untuk menghakimi,
Aku yang pergi tanpa permisi
Dan aku pasrah dengan hukuman yang kamu beri

Bagaimana puisinya, sudah mewakili perasaan ?, semoga aminnn. Info untuk kamu yang baru berkunjung di blog ini, semua puisi yang ada di blog ini murni hasil karya mimin, jadi maklum jika ada sebagian puisi yang tidak nyambung hehehe. Bagi kamu yang ingin mengkopi puisi yang ada di blog ini, moggo silahkan... tapi dengan syarat menyertakan alamat blog ini ok. Sampai jumpa di kumpulan puisi lainnya...

0 Response to "Kumpulan Puisi Galau, Rindu, Cinta, Romantis Paling Terbaru dan Terbaik"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel