Contoh Kumpulan Puisi Cinta Romantis Dan Rindu Menyentuh Hati Terupdate

Contoh Kumpulan Puisi Cinta Romantis Dan Rindu Menyentuh Hati !!! Hallo sahabat puisi, apa kabar ? semoga dalam keadaan sehat selalu, aminn... berlaku romantis pada pasangan merupakan impian seorang kekasih. Hal ini biasanya di lakukan untuk menunjukan rasa cinta dan rindu mendalam pada pasangan kita tersebut. 

Berlaku romantis kepada pasangan dapat di lakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan membuatkan sebuah puisi cinta. Tapi membuat puisi bagi sebagian orang bukan hal yang mudah, terlebih lagi jika kita merupakan orang yang cukup kaku dan tidak romantis.

Tapi tenang, pada kesempatan kali ini mimin akan membagikan Contoh kumpulan puisi cinta romantis dan rindu yang mungkin mewakili perasaanmu saat ini. Selamat menikmati...

Baca juga :


Puisi Cinta Romantis Dan Rindu Menyentuh Hati


Malam Panjang
Oleh: Pujanggabajingan

Pada langit rembulan, bintang bintang
Yang terlentang di langit malam ini
Kurebahkan ragaku pada bumi
Sembari menikmati kalian

Ingin kulewati malam yang panjang ini
Tanpa sedikitpun rasa penyesalan
Walau dalam keheningan
Rasa itu muncul diam diam
Menyelinap dalam mimpiku

Harapku hari esok
Ketika ku terbangun
Bayangmu musnah dari ingatanku

Berikanlah Maafmu
Oleh: Pujanggabajingan

Tak terlintas dalam benakku
Untuk menyakitimu,
Wahai adindaku
Berikanlah maafmu

Ini kesalapahaman
Dengan segala prasangka
Dan ego kita, yang kian merusak hati

Wahai adindaku
Janganlah bersedih
Karena sedihmu
Mengoyak jiwaku

Purnamaku
Oleh: Pujanggabajingan

Purnamaku…
Mengapa wajahmu muram
Tak indah memikat lagi
Seperti kemarin dikala hatiku bersamamu

Purnamaku…
Mengapa sinarmu jadi temaram
Tak elok lagi
Seperti dulu dikala hatiku memujamu

Purnamaku…
Kupastikan padamu aku baik-baik saja
Walau dengan segala luka menganga
Dan kehilanganmu adalah satu satunya nestapa bagiku

Yang Aku dan Kamu Tahu
Oleh: Pujanggabajingan

Haruskah aku berteriak
Tentang rasaku padamu
Ataukah memedamnya
Dalam lubuk hatiku

Yang aku tahu
Aku mencintaimu
Yang kamu tahu
Aku teman terbaikmu

Yang aku rasa
Getar cinta dalam hatiku
Namun hatimu tak memilihku

Api
Oleh: Pujanggabajingan

Kamu adalah api
Yang sengaja ku mainkan
Walau kelak akan membakar
Tubuhku sendiri

Tak perduli segala kesulitan
Yang akan kualami nantinya
Kamu akan tetap di hatiku
Walau kenyataan menyakitiku

Gigih
Oleh: Pujanggabajingan

Semesta pun tahu
Dan menjadi saksi
Dari segala apa yang telah ku lewati
 Apapun itu tentang cinta ini

Mungkin aku terlihat bodoh di matamu
Yang begitu gigih dengan rasa ini
Aku tak akan menuntut mu untuk mengerti
Namun aku akan mencoba tuk terus dan terus berharap
Walau itu terkadang sakit, terkadang hampa

Menoleh
Oleh: Pujanggabajingan

Apakah matamu buta ?
Ataukah kamu tak memiliki rasa ?
Sekian lama aku menunggu
Setidaknya menolehlah padaku
Walau sesaat

Yakinlah aku tak akan mengecewakanmu
Seperti dia yang terus mengoyak hatimu
Mempermainkanmu…

Yakinlah dengan cinta tulusku
Yang datang
Dari relung hatiku

Tanpa Sadar
Oleh: Pujanggabajingan

Kamu yang juga belum beranjak dari ingatanku
Masih berputar-putar di fikiranku
Sementara aku yang belum juga peka dengan keadaan
Yang masih terus berusaha menebak nebak
Apa yang sebenarnya terjadi padaku…

Sungguh terlambat
Aku melukai hatimu tanpa sadar
Dan ternyata aku mencintaimu

Cinta Luar Biasa
Oleh: Pujanggabajingan

Aku memang tak seperti mentari 
Yang menghangatkan
Aku juga tak seperti awan 
Yang meneduhkan
Aku pun tak seperti hujan
Yang menenangkan
Tapi aku hanyalah orang biasa
Jauh dari istimewa
Yang hanya membawa cinta luar biasa


Gombalan Sang Pemuja
Oleh: Pujanggabajingan

Senyum sayang 
Jangan cemberut
Nanti mengurangi kecantikanmu
Yang selalu memukauku

Semangat sayang
 Jangan resah
Aku akan selalu mencintaimu
Walau cintaku bertepuk sebelah tangan


Akhirnya
Oleh: Pujanggabajingan

Dan akhirnya
Kita jatuh cinta
Berikrar atas nama-Nya
Merindu atas izin-Nya

Dan akhirnya
Kita bersatu 
Berpadu dalam kasih
Yang tak sekedar imaji


Jangan cemas
Oleh: Pujanggabajingan

Jangan cemas...
Aku pergi bukan untuk berpaling
Hanya sekedar mencari sebuah arti 
Tentang pengorbanan

Jangan cemas...
Aku bukanlah kumbang gambangan
Yang datang lalu pergi
Mencampakkanmu

Jangan cemas...
Aku sedang berjuang
Untukmu
Untuk kita
Dan masa depan kita

Jangan cemas...


Rasa yang Terjerat
Oleh: Pujanggabajingan

Selalu ada rindu yang melekat 
Pada setiap pertemuan yang berujung perpisahan
dan selalu ada rasa yang terjerat
Pada hati yang datang memukau perasaan

Memang kita hanya sepintas bersinggungan
Waktu dan keadaan yang mempertemukan
Kenangan yang mengingatkan
Sikapmu yang ku rindukan


Termenung Bersama Rindu
Oleh: Pujanggabajingan

Duduk Sendiri
Termenung bersama rindu
yang tak berujung 
Terkadang sedikit menyesali
Mengapa kemarin tak meminta kontakmu
yang mungkin bisa ku hubungi 

Hmmm...
Aku terlalu sibuk terpukau dengan parasmu
yang meneduhkan hati
jikalau memang berjodoh 
Pasti akan bertemu lagi


Membisu
Oleh: Pujanggabajingan

Katakan sesuatu
Entah apapun itu
Dan bawalah aku 
Kemanapun itu

Ungkapkan rasamu
Biar langkahku 
Penuh kepastian menujumu

Khayalku tak terkendali
Anganku tak terjangkau lagi
Padamu
Tolong jangan membisu


Pada Senyum
Oleh: Puanggabaingan

Pada senyum manismu
Tersirat makna yang ambigu
Dan pada senyumku
Tersirat harap dan cita
Untuk bersamamu

Walau mungkin terdengar,
Hanya sekedar angan
Yang tak tahu malu
Berani keluar batas
Itulah cintaku


Sadarkah Kamu
Oleh: Pujanggabajingan

Sadarkah Kamu
Dengan menyukai langit
Telah membuatku Cemburu

Sadarkah kamu
Dengan menyukai hujan 
Telah membuatku cemburu

Sadarkah kamu
Dengan menyukai senja
Telah membuatku cemburu

Sadarkah kamu...


Puisi dan Kata
Oleh: Pujanggabajingan

Aku 
Hanya mampu bercumbu lewat puisi
Merangkai kata membubuhi rasa
Dalam bait yang ku selipkan namamu

Aku...
Hanya mampu mencinta lewat kata
Hanya dengan dekapan kalimat
Ku puja dirimu


Aku Yang Kurang
Oleh: Pujanggabajingan

Aku adalah kurang
Yang lengkap jika bersamamu
Aku tak tahu
Akan bagaimana tanpamu

Mungkin akan menjadi manusia
Yang tak tahu arah
Tersesat dalam kemunafikan
Tenggelam dalam kegelapan


Aku Mencintaimu
Oleh: Pujanggabajingan

Aku mencintaimu
Oleh sebab itu aku melukaimu
Aku merindumu
Oleh sebab itu aku menjauhimu
Aku menyayangimu
Oleh sebab itu aku membencimu

Mimpi Terindah
Oleh: Pujanggabajingan

Aku masih tak sadarkan diri
Tak percaya dengan apa yang terjadi
Aku masih merasa ini mimpi
Mimpi yang kufikir takkan mungkin menjadi kenyataan

Kini kau milikku
 Bidadari hidupku
Teman tidurku
Ibu anak anakku
Terimakasih Tuhan atas nikmatmu yang tak terkira ini...

Tersanjung
Oleh: Pujanggabajingan

Kau buatku tersanjung,
Kurasa ini pertamakali,
Indah...
Saat telinga mendengar budi luhurmu
Terkesima dengan tutur kata
Dan segala darimu

Ingin bertanya
Apakah hati itu sudah berpunya ?
Kalau belum, bolehkah saya lekas melamarnya...

Kau Juga
Oleh: Pujanggabajingan

Aku selalu berdoa
Tentang hubungan ini
Agar terus melangkah lebih jauh
Semoga doamu juga demikian

Aku selalu berharap
Tentang kisah ini
Agar lekas berkahir bahagia
Semoga harapmu juga demikian

Memulai
Oleh: Pujanggabajingan

Harus kumulai dari mana
Untuk mengungkapkan segala rasa
yang bagai virus menyerang organ vitalku
Sungguh mematikan

Harus kumulai dari mana
Meluluhkan hatimu yang membatu itu
Tak mungkin lagi kumengharap peka darimu
Aku harus melakukan tindakan segera...

Menginterpretasikan
Oleh: Pujanggabajingan

Tak mampu aku menginterpretasikan bahasa tubuh itu
Yang sengaja di buat tampak menawan
Dari gaya jalannya yang berlenggok
Sampai tuturnya yang dimanis maniskan

Aku mencoba menelaahmu
Apakah dirimu punya misi khusus
Hingga rela melakukan itu semua
Semoga aku mendapatkan jawabannya...

Menemukan Mimpi
Oleh: Pujanggabajingan

Kutatap rembulan di balik jendela
Begitu indah terang sinarnya
Sedikit mengenang kisah yang sudah sudah,
Dan menebak nebak masa yang akan datang
Semoga kisah keberuntunganku tergoreskan

Dikala rembulan meninggi
Ku nikmati bersama sepi
Sembari hayal menggapai bintang
Dan mimpi tersesat tak tahu arahnya

Hai sang rembulan
Bukan maksud hati menyakiti
Aku pergi untuk kembali
Menatap hari esok lebih baik
Dan menemukan mimpi yang tersesat entah dimana

Bertahan
Oleh: Pujanggabajingan

Jauh jarak memisah
Kita yang sedang dimabuk asmara
Rindu membunuh,
Hati cemas gelisah
Penantian yang panjang...
Aku dan kamu
Bertahan begitu keras karena cinta...

Tiap malamku bermimpi
Bercumbu denganmu yang sedang bertahan
Menjaga hati yang berontak
Menginginkan temu
Padamu hai kekasihku

Hari Bersejarah
Oleh: Pujanggabajingan

Hari ini
Adalah hari bersejarahku
Setelah sekian lama berjuang
Akhirnya kau ku taklukan...

Memang ku akui
Kau adalah benteng terkokoh
Selama petualangan cintaku
Menaklukanmu adalah prestasi yang luarbiasa bagiku...

Lidah Membatu
Oleh: Pujanggabajingan

Wahai gadis berpipi merah
Indah wajahmu manis memikat
Tutur kata santun ceria
Bak mekar bunga ditaman syurga
Hayalku liar tak terkendali

Hmmm...
Hanya mampu menggerutu pada diri
yang tak mampu menggapaimu
Menatapmu saja aku tak mampu
Apa lagi mengungkapkan rasa
Lidahku membatu

Bukan Rayuan Maut
Oleh: Pujanggabajingan

Sedang dijebak rindu
Yang liar tak menentu
Dalam penantian sendu,
Aku tetap milikmu

Ini serius
Bukan rayuan maut
Yang bisa bikin hati mampus
Namun, kata hati yang sedang berlutut
Meminta balasmu

Soal Rumit
Oleh: Pujanggabajingan

Pada malam yang gelap
Dan berirama sendu ini
Aku ingin berkonsentrasi,
Mendefinisikan rasa
Yang tak begitu pasti,

Aku kebingungan...
Terkadang kita saling benci
Namun terkadang saling rindu
Aku merasa sedang menyelesaikan soal yang begitu rumit...
Mungkin, kita perlu saling bekerja sama
Untuk mencari jawabannya...

Berbeda
Oleh: Pujanggabajingan

Kamu indah,
Aku buruk
Kamu cantik,
Aku jelek
Kamu kaya,
Aku miskin
Kamu bangsawan,
Aku budak
Kita adalah sesuatu yang berlawan
Telah di takdirkan oleh alam
Aku dan kamu menjadi kita adalah kemustahilan
Kita berbeda....

Bodohku
Oleh: Pujanggabajingan

Indahmu tak dapat kurangkai dalam kata
Imajiku tak mampu menjabarkanmu
Kau melumuriku dengan rindu
Gemercik hujan yang turun,
Tak mampu menghilangkanmu dari ingatanku

Kau bertanggungjawab,
Akan segala sikap bodohku akhir akhir ini

Aku dan Kopi
Oleh: Pujanggabajingan

Berimaji
Bersama hujan
Ditemani kopi pahit hitam,
Seperti sikapmu akhir akhir ini

Aku
Menunggu
Hujan yang tak kunjung reda
Seperti murkamu akhir akhir ini

Aku
Dan kopi pahitku
Akan terus ku nikmati
Serperti sikap dan murkamu padaku akhir akhir ini

Untuk Cemburu
Oleh: Pujanggabajingan

Untuk cemburu
Tak bosankah kau terus bersemayam dalam hati
Kau profokator
Memperkeruh suasana cinta

Untuk cemburu
Kau sengaja...
Kobarkan apimu
Yang sulit di padamkan itu
Menyesatkanku...

Dua Pilihan
Oleh: Pujanggabajingan

Kini aku berada dalam dua pilihan sulit
Terus menanti atau pergi
Menanti, kedatangannya yang tak kunjung memberi kabar pasti,
Pergi, menerima cinta yang terus datang menggoda hati

Satu yang mengganjal dihati
Raga sudah terlalu lelah
Dimakan harap,
Namun rasa begitu ngotot untuk terus berjuang sampai akhir

Mati Rasa
Oleh: Pujanggabajingan

Diam diam tak mahu tahu,
Sikap yang paling menjengkelkan darimu
Setelah sekian banyak kode
Dan sikapku padamu
Kamu masih saja membatu...

Dasar ...
Laki laki mati rasa
Maafkan aku jika hadirku mengusikmu
Maafkan aku jika perhatianku mengganggumu
Yang harus kamu tahu,
Aku melakukan semua ini
Hanya untuk mencari senyum
Di wajah tampanmu...

Mantan Kekasihku
Oleh: Pujanggabajingan

Kembali teringat
Tentang masa yang silam
Dikala kita belum memulai segalanya
Dikala rindu belum menggelitik hatimu dan hatiku
Dikala rasa hanya sebatas pertemanan

Begitu indah masa masa itu
Betapa aku rindu masa masa itu
Apakah dirimu juga ?
Hai mantan kekasihku...

Harapku
Kita kembali seperti dulu
Menutup segala perselisihan diantara kita
Layaknya kisah yang baru,
Kita mulai dengan lembaran yang baru...

Sampai Kapan
Oleh: Pujanggabajingan

Sampai kapan hatimu akan bertahan,
Disakiti olehnya yang tak sedikit pun mencintaimu
Sampai kapan hatimu akan kuat
Di lukai olehnya yang tak sedikit pun memperdulikanmu

Sampai kapan hatimu akan setia
Disakiti olehnya yang selingkuh di belakangmu
Sampai kapan hatimu akan bersabar
Dilukai olehnya yang pemarah

Sampai kapan ?

Tak Pernah Berubah
Oleh: Pujanggabajingan

Aku tak akan berubah
Dan rasaku pun tak akan pernah berubah,
Aku akan terus seperti ini
Sampai kapanpun dan selamanya

Mengapa kau diam ?,
Jangan tercengang sayang
Aku tidak pernah main main untuk memperjuangkan rasa...
 Aku tak akan kalah oleh apapun...

Membisu
Oleh: Pujanggabajingan

 Lebih baik membisu
Pada kesendirian
Dari pada sapa dan tanya
Di tolak mentah-mentah

Memang pengecut
Kalah sebelum berperang
Tapi itulah aku
Yang trauma akan masa lalu
Di campakan…

Cinta dan Rindu Semu
Oleh: Pujanggabajingan

Telah ku tahu
Ini semua sia-sia
Biarkan saja
Persetan dengan perkataan orang

Lebih baik begini
Mencintai semu
Merindui semu
Dari pada gelisah
Karena rasa yang tak terlampiaskan
Bisa membunuh perlahan

Tenang Saja Sayang
Oleh: Pujanggabajingan

Maaf…
Jika lidahku tak pandai berkata kata
Memuntahkan setiap rindu yang ada
Seperti insan lainnya

Tenang saja sayang
Aku tak memungkirinya
Jika rindu itu ada
Biarlah kuceritakan lewat sikap
dan tindakan
Karena kamu jua yang merasakan

Janji
Oleh: Pujanggabajingan

Janji…
Untuk beretemu siang nanti
Pintaku berbisik di telingamu
Menahan lelah yang mengunyah ragaku

Janji…
Jawabmu memberi pasti
Namun mataku tak ingin takluk
Oleh malam yang semakin larut
Tak sabar menanti esok
Bertemu kamu…

Pertama Kali Merindu
Oleh: Pujanggabajingan

Di ujung geliat rindu
Yang semakin anarkis
Menunggu hari
Yang telah kita janjikan
Untuk beradu
Saling membunuh rindu

Di dekatmu,
Bersamamu
Akan ku ceritakan
Bagaimana rindu menyiksaku
Mengiris hatiku
Yang baru pertama kali merindu

Gawat
Oleh: Pujanggabajingan

Gawat…
Sepertinya otakku tela diretas
Hingga sel aktifnya tak pernah berhenti
Untuk memikirkanmu

Mimpiku…
Tak luput dari seranganmu
Bagai firus penghancur struktur jaringan otak
Merusak segalanya
Kecuali kenangan tentangmu…

Kamu
Oleh: Pujanggabajingan

Kamu…
Majas rumit penuh keindahan
Persamaan Helmholtz penuh misteri
Hal yang tak dapat ku jelaskan dengan nalar
Sesuatu yang tak dapat ku mengerti

Kamu…
Meracuni pikiranku dengan kenangan
Membunuhku dengan senyuman
Dan akhirnya setiap puisi yang kutulis
Pasti tentang kamu…

Memangsung
Oleh: Pujanggabajingan

Telah ku sebarkan tanda
Pada tatap mataku
Namun bening indah matamu
Menolaknya tanpa ampun

Kamu memasungku
Dalam ruang ketidak pastian
Aku bergulat dengan getar hati
Yang mengusik batinku
Dan kupastikan
Aku rindu…

Hentikan
Oleh: Pujanggabajingan

Hentikan raut wajah itu
Wajah yang terlindas kecewa
Wajah mendung dihianati
Hentikan…

Hentikan airmata itu
Airmata yang jatuh karena hati pilu
 Hati yang di cabik-cabik dustanya
Hentikan…

Rasanya ingin ku lakukan beribu cara
untuk mengembalikan semuanya
karena bahagiamu bahagiaku…

Takut
Oleh: Pujanggabajingan

Takut…
Rasa ini menakutiku
Masuk menyusuri nadiku
Mengoyak jiwaku
Hatiku terpasung

Takut…
Bila rasa ini mengecewakan
Tak sesuai ekspektasi
Dan akan berujung sakit
Biarlah aku begini
Bercumbu dengan rasa takut mencintaimu

Tanda Tanya
Oleh: Pujanggabajingan

Aku tak pernah berfikir mencinta seperti ini
Walau hanya sekejab
Mencinta dengan hanya Satu
Merindu hanya padamu

Aku selalu risih mendengar kisah cinta sejati
Sampai mungkin itu terjadi padaku saat ini
Entahlah…
Mungkin aku sedang di ajar oleh karma
Tentang mencinta
Yang tak butuh tanda Tanya

Terjerat Rindu
Oleh: Pujanggabajingan

Terjerat rindu
Di setiap detik waktuku
Di setiap kedip mataku
Entah ini nyata atau semu

Semoga…
Ini nyata
Setidaknya sampai hari esok
Dimana waktu tak lagi berputar
Dan mataku tak mampu lagi berkedip

Rumah Hati
Oleh: Pujanggabajingan

Belum juga ku temukan tanda
Atau aku terlalu cepat berkesimpulan
Apakah aku tersesat ?
Rumah hatimu belum juga terlihat

Setidaknya berikan aku sedikit tanda
Walau hanya sekedar senyum
Itu akan sangat membantu
Untuk aku menemukan rumah hatimu

Tepian Asa
Oleh: Pujanggabajingan

Getar hati dalam kediaman
Rindu yang membuncah
terus mungusik jiwa
kau ku damba
Tanpa sadar

Di tepian asa
ku gantungkan angan
padamu…
wahai sang rembulan

Terusik Rindu
Oleh: Pujanggabajingan

Terusik rindu
Yang menyelinap di relung hatiku
Diam-diam kau…
Bersekongkol bersama waktu
Mencuri perhatianku

Setidaknya setelah kita
Menapaki jejak bersama
Akhir-akhir ini
Aku rindu…

Dinding Logika
Oleh: Pujanggabajingan

Mencintaimu
Meruntuhkan dinding logikaku
Tuturmu,
Senyumu,
Dan sikapmu,
Meluruhkan keberadaanmu dihatiku

Sepertinya…
Aku telah di taklukan
Asa dan tulusmu begitu hebat
Memborbardir hatiku…

Anugerah
Oleh: Pujanggabajingan

Kamu begitu pandai
Mengendalikan amarah
Itulah mengapa kamu adalah anugerah terindah bagiku
Mendekap hari hariku larut dalam bahagia
Menghapus kesal yang datang
Mengurai airmata jadi gembira
Dan rinduku terus menggoda
Agar tak berajak darimu

Ruang Kecemasan
Oleh: Pujanggabajingan

Tak mampu lagi kulakukan
Melibas gelisah,
Memanah resah,
Aku mulai lelah
Ingin lari dari keadaan ini

Hatiku terluka
Di tusuk asa
Yang kau titipkan
Sementara kabar
Belum juga datang
Aku hanya mampu bersembunyi
Pada ruang kecemasan

Mimpi Indah
Oleh: Pujanggabajingan

Dan aku masih menginginkan rekah senyummu
Menghiasi hariku
Menunggu mata indahmu
Bila menatapku
Hingga diri ini takluk
Dan jatuh dalam pelukmu
Itulah mimpi indahku…

Bersebrangan
Oleh: Pujanggabajingan

Jejak langkahku sudah jauh
Jauh menyusuri hatimu
Dan betapa bias batas nyata
ku saksikan kita besebrangan

Dan saat ini mungkin
Percuma kulanjutkan
Semua telah kupastikan
Dari cemas yang selalu datang tanpa sebab
Sampai gelisah yang tak berkesudahan
Kita tak mungkin sejalan…

Semoga Rindu
Oleh: Pujanggabajingan

Di sore hari
Dikala langit memerah
Ingin rasanya kutitipkan sesuatu
Pada burung yang menyambut malam,
Pada angin senja yang membelaiku mesrah
Sesuatu yang sulit ku unggkapkan...

Andai jarak  kita hanya sebatas dinding rumah
Tak akan ragu ku jebol bolong dinding itu
Demi melihat sunyummu, matamu, candamu
Yang terus mengusik tidur malamku

Aku hayan cemas
Apakah ini yang sebenarnya rindu ?
Ataukah hanya nafsu yang menjelma rindu ?
Semoga saja ini rindu...

Buanglah Cemas
Oleh: Pujanggabajingan

Hai kamu yang selalu di hati
Teruslah berjuang meraih mimpi
Jangan khawatir
Aku baik baik saja disini

Buanglah cemas
Aku akan menantimu disini dengan pasti
Yaa disini di tempat kita memulai segalanya
Meski kau jauh
Sungguh kau di hati selalu

Setiap Rebah Sajadahku
Oleh: Pujanggabajingan

Dalam setiap rebah sajadahku
Selalu kuselipkan namamu dalam doaku
Kupasrahkan pada sang pencipta
Tentang rasa,
Dan rindu pada-Nya

Dalam setiap rebah sajadahku
Ku ceritakan kisah kita pada-Nya
Sedikit berkeluh kesah
Tentang hubungan kita,
Satu harapku
Bahagia selalu menghampirimu

Terjebak
Oleh: Pujanggabajingan

Kita hanya mampu mengulas sesal
Yang tiba tiba muncul di tengah hubungan
Tanpa kepastian...

Di momen momen besama,
Kita gagap dan lupa berdiskusi tentang masa depan
Aku dan kamu tak mampu mendefenisikan rasa
Kita terjebak...

Kesalahan
Oleh: Pujanggabajingan

Aku ingin menutupi kesalahanmu
Dengan dekap peluk eratku
Semoga mampu menambal luka yang tersayat dustamu
Berdarah perih tak tergambar rasanya

Aku akan menutup mataku
Dari semua kesalahanmu ini
Anggap saja aku tak tahu
Layaknya kemarin...

Menemukanmu
Oleh: Pujanggabajingan

Dalam gelap pekat malam ini
Tak sedikitpun rasa takut menghampiri
Tak seperti biasanya
Malam selalu menjadi waktu yang menakutkan bagiku,
Namun selepas kedatanganmu,
Bintang pun dilangit
Selalu tersenyum padaku
Seperti mengejek hati yang sedang berbunga bunga...

Akhirnya aku menemukanmu
Jauh dari sempurna diriku,
Dilengkapi olehmu
Saling menutupi kekurangan
Antara aku dan kamu
Ku harap dirimu akhir dari pencarian panjangku...

Semoga
Oleh: Pujanggabajingan

Ku peluk hening malam itu
Berharap penantian terus tegar menantang hari
Dan rasa terus tegap berdiri walau dihantam rindu
yang tak mau kompromi
akankah kau disana sepertiku disini ?
semoga...

langit dan bintang bintang malam itu
Menertawakan keadaanku
Rasanya ingin beristirahat sejenak
Merebahkan raga yang di makan lelah...

Cinta Luar Biasa
Oleh: Pujanggabajingan

Kamu manusia sederhana
Yang memberi cinta luar biasa
Tak dapat ku ungkap dengan kata kata

Terimakasih cinta...
Memberiku kesempatan untuk merubah pandangan
Bahwa mencinta harus tulus,
Bahwa mencinta dengan ikhlas
Bahwa mencinta menyatukan berbagai macam perbedaan

Terima kasih cinta...

Sang Penakluk
Oleh: Pujanggabajingan

Aku berusaha untuk tak jatuh
Pada cinta dustamu
Namun apalah dayaku
Hatiku berkata lain

Rasa ini membingungkanku
Tentang semua kabar,
Tentang kebrengsekanmu terpampang jelas dimataku
Julukan sang penakluk untukmu
Bukan isapan jempol belaka...
Mungkin aku satu dari sekian ratus korbanmu

Ingin Mengenalmu
Oleh: Pujanggabajingan

Bagaimana kabarmu
Hai bidadari hati
Semoga baik baik saja

Di pagi ini
Ada yang sedikit menggelitik sanubari
Tentang sikapku yang lancang kemarin
Dengan sengaja menyentu hatimu
Dan membuatmu tidak nyaman
Maafkan aku...
Aku hanya ingin mengenalmu
Tidak ada maksud lain

Risau
Oleh: Pujanggabajingan

Sapaku tak lagi nyaman di telingamu
Aku kini hanya menjadi risau dalam hatimu
Hati yang sedang terpapar galau

Jangan sungkan sayang
Katakana saja
Bila memang ada seseorang
Yang telah mengambil hatimu dariku,

Akan kubekukan rasa ini bersama kenangan kita
Dan kujadikan perhiasan di hatiku
Sampai kau sadar tidak ada orang yang mencintaimu, lebih dari aku…

Jejak
Oleh: Pujanggabajingan

Kala itu kita di pertemukan oleh senja
Tak sadar rasa datang diam diam
Menyelinap tanpa pemisi
Di hati kita

Hadirmu
Yang hanya sekejap mata
Meninggalkan jejak di hatiku
Berupa rindu
Yang teramat sangat

Dari Segala Salah
Oleh: Pujanggabajingan

Maafkan jika lidahku
Terlalu mudah berucap kasar
Maafkan jika sikap
Dan perbuatan selalu menyakiti hati

Dari segala kesalahan itu
Yang hanya ingin kusampaikan
Namamu akan selalu ada dalam hatiku
Dan aku akan selalu menyayangimu selamanya

Embun Pagi
Oleh: Pujanggabajingan

Pagi bunga bunga bersemi kembali
Hanyut dalam belaian embun pagi
Yang begitu perkasa
Menghapus layu dalam semalam

Apalah dayaku
Tak sehebat sang embun,
Namun yang harus kamu tahu
Aku tak akan mencampakanmu seperti sang embun
Yang pergi begitu mudah
Ketika di terpa mentari

Langit Biru
Oleh: Pujanggabajingan

Menatap langit biru
Yang dihiasi awan putih
Menggugah mata untuk selalu memandangnya
Ingin rasanya bertanya
Mengapa dia selalu terlihat menawan setiap harinya

Lalu bagaimana dengan aku
Jangankan di pandang,
Di lirik saja pun tak pernah
Begitu burukkah aku di matamu ?

Jawaban Doaku
Oleh: Pujanggabajingan

Kita bertemu di saat yang tidak tepat
Ku ingat kala itu, hatiku sedang sakit sakitnya
Terluka karena cinta dusta
Kita hanya sekedar bersalaman
Dan aku sedikit membuang senyum paksa...

Seiring berjalannya waktu
Kita selalu di pertemukan oleh keadaan
Hingga aku tersadar
Betapa indah senyum dan tutur kata
Membuat aku terpikat dalam sekejab...

Kamu...
Mungkin jawaban akan doa doaku selama ini
Yang akan membasuh luka lama
Dan menghapus segala kenangan buruk masa lalu
Semoga...

Masa Depan
Oleh: Pujanggabajingan

Sepertinya mentari cemburu
Karena melihat kebersamaan kita
Saling berlempar senyum,
Canda yang mengalir tanpa kepalsuan

Setelah berat perjuangan,
Segala rintangan yang mengganggu kita taklukan
kisah ini akhirnya berakhir indah
Seakan tak percaya dengan keadaan ini

Mimpi buruk itu telah pergi
Marilah melangkah dengan saling berpegangan tangan
Bersama kita menatap masa depan

Maha Karya
Oleh: Pujanggabajingan

Terpaku dalam detik waktu
Yang seakan berhenti sejenak,
Mataku menjadi saksi
Maha karya sang pencipta

Kamu...
Yang memukau ku dengan cantik rupamu,
Seksi bohay tubuhmu,
Mampu membangkitkan gairah juangku
Untuk menjadikanmu istriku

Bukan Cinta Suci
Oleh: Pujanggabajingan

Hatiku telah terpanjatkan hanya padamu
Dan tak akan terbagi
Sampai ragaku terbejur kaku,
Mataku tak mampu lagi berkedip

Mungkin ini bukan cinta suci
Yang pastinya cinta ini harga mati
Hanya kamu yang ku mau
Hidup satu atap bersamamu
Berikrar dalam janji sehidup semati hanya denganmu

Sapa
Oleh: Pujanggabajingan

Pada sapa pertamamu
Di waktu yang tak terduga
Kamu dan aku saling bertatap mata
Menjadi awal dari kisah kita

Pada sapa pertamamu
Kuharap tercurah harap dan cita
Untuk aku dan kamu melangkah lebih jauh
Dari sekadar berbalas sapa... 

Bagaimana contoh kumpulan puisi cinta romantisnnya apakah telah mewakili perasaaanmu ? semoga... puisi di atas dapat kalian gunakan sesuka hati, namun dengan syarat untuk menyertakan link blog ini yaa... sampai jumpa pada kumpulan puisi cinta lainnya 

0 Response to "Contoh Kumpulan Puisi Cinta Romantis Dan Rindu Menyentuh Hati Terupdate"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel