Tiga Puisi Karya Asrul Sani Sang Pembaharu Sastra Indonesia

Tiga Puisi Karya Asrul Sani Sang Pembaharu Sastra Indonesia !!! Hallo sahabat puisi, apa kabar ? semoga sehat selalu, amiin... Sewaktu sekolah dulu pasti kita tidak asing dengan nama Asrul Sani. Bagi kamu yang lagi belajar puisi harus wajib tahu dan baca karya puisi beliau. Siapa sih Asrul Sani ?

Nama lengkapnnya Asrul Sani, lahir di Rao, Sumatra Barat pada 10 Juni 1926. Beliau merupakan satrawan terkemuka Indonesia yang tergolong dalam angkatan 45.

Tertarik kepada sastra semenjak berkuliah di Fakultas Kedokteran Hewan di Bogor. Bahkan saking tertariknya kepada dunia sastra, beliau sempat keluar dari jurusan kedokteran hewan untuk mendalami sastra di fakultas sastra, kemudian kembali lagi melanjutkan pendidikannya di fakultas kedokteran hewan.

Beliau juga tercatat pernah belajar di  Akademi Seni Drama  di Amesterdam pada kisaran tahun 1951-1953 dan belajar film di USC (Univ. Southern California) pada tahun 1955-1956.

Bersama Chairil Anwar dan Rivai Apin beliau menerbitkan buku kumpulan puisi yang berjudul Tiga Menguak Takdir, buku kumpulan puisi inilah yang membuat nama beliau di kenal sebagai pembaharu sastra Indonesia.

Penyair yang merupakan pelopor angkatan 45 itu, tak kurang telah menulis 19 puisi dan lima cerpen. Puisi karya beliau dimuat di majalah Siasat, Mimbar Indonesia dan Zenith.

Beliau, Chairil Amwar dan Rivai Apin adalah ujung tombak sastra indonesia pada masanya, bahkan lebih dari itu mereka ikut serta merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Merebut kemerdakaan dengan sastra, menyuarakan perlawan dengan puisi.

Baca Juga :

Nah itulah sedikit tentang beliau, berikut mimin bagikan tiga puisi karya beliau. Selamat membaca...

Puisi Karya Asrul Sani Sang Pembaharu Sastra Indonesia


Surat Dari Ibu

Pergi kedunia luas, anakku sayang
Pergi kehidup bebas !
Selama angin masih angin buritan
Dan matahari pagi menyinar daun-daunan
Dalam rimba dan padang hijau

Pergi ke laut lepas, anakku sayang
Pergi ke alam bebas !
Selama hari belum petang

Dan warna senja belum kemerah-merahan
Menutup pintu waktu lampau

Jika bayang telah pudar
Dan elang laut pulang kesarang
Angin bertiup ke benua 
Tiang-tiang akan kering sendiri
Dan nahkoda sudah tahu pedoman
Boleh engkau padaku !

Kembali pulang, anakku sayang
Kembali ke balik malam !
Jika kapalmu telah rapat ke tepi
Kita akan bercerita
Tentang cinta dan hidupmu pagi hari

Anak Laut

Sekali ia pergi tiada bertopi
Ke pantai landasan matahari
Dan bermimpi tengah hari
Akan negeri di jauhan

Pasir dan air seakan bercampur
Awan tiada menutup
Mata dan hatinya rindu
Melihat laut terbentang biru

Sekali aku pergi
Dengan perahu
Ke negeri jauhan
Dan menyanyi
Kekasih hati
Lagu merindukan
Daku

Tenggelam matahari
Ufuk sana tiada nyata
Bayang-bayang bergerak perlahan
Aku kembali kepadanya

Sekali ia pergi tiada bertopi
Ke pantai landasan matahari
Dan bermimpi tengah hari
Akan negeri jauhan

Orang Dalam Perahu

Hendak kemana angin 
Buritan ini membawa daku
Sedang laut tawar tiada mau tahu
Dan bintang, tiada
Pemberi pedoman tentu
Ada perempuan disisiku
Sambil tersenyum 
Bermain main air biru
Memandang kepada panji panji
Di puncak tiang buritan
Dan berkata
“Ada burung camar di jauhan !”

Cahaya bersama aku 
Permainan mata di tepi langit
Akan hilang sekejap waktu
Aku berada di bumi luas,
Laut lepas
Aku lepas
Hendak kemana angin 
buritan membawa daku

Bagaimana puisi beliau, keren kan ? semoga artikel ini dapat menambah referensi sastra kalian. Semoga bermanfaat, sampai jumpa pada artikel lainnya...  

0 Response to "Tiga Puisi Karya Asrul Sani Sang Pembaharu Sastra Indonesia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel