Tiga Puisi Karya Sutardji Calzoum Bachri Yang Mendunia

Tiga Puisi Karya Sutardji Calzoum Bachri Yang Mendunia !!! Hai sahabat puisi, apa kabar ? semoga sehat selalu amin... Puisi adalah karya seni yang dapat di buat oleh semua orang, tak perduli profesi, pendidikan, ataupun pekerjaan. Banyak penyair terkenal baik luar maupun dalam negeri berasal dari background yang jauh dari sastra.

Jika kamu sedang mencari pujangga terkemuka Indonesia yang karyanya mendunia dan berasal dari background yang jauh dari sastra, maka dia adalah Sutardji Calzoum Bachri.

Siapa sih Sutardji Calzoum Bachri ? nama lengkapnya Sutardji Calzoum Bachri, biasa di sapa Bung Tardji. Beliau di juluki oleh para penyair Riau sebagai Rajawali dilangit, Paus di laut yang bergelombang, dan Kucing yang mencabik cabik dunia sastra Indonesia.

Pria ke lahiran Rengat, Indragiri Hulu pada 24 Juni 1941 ini merupakan pendobrak dunia sastra Indonesia yang mati suri setelah kepergian penyair Legendaris Indonesia Chairil Anwar, inilah alasan julukan diatas tersemat padanya.

Beliau juga pernah menempuh pendidikan di Fakultas Sosial Politik, Jurusan Administrasi Negara, Universitas Padjajaran, Bandung tapi tidak selesai. Pada masa masa kuliah inilah beliau memulai karir sebagai sastrawan dengan menulis di beberapa surat kabar.

Karya beliau beliau yang memukau antara lain : “O” Kumpulan puisi (1973), “Amuk” Kumpulan puisi (1979), “O Amuk Kapak” Kumpulan Puisi (1981) dan “Hujan Menulis Ayam” Kumpulan Cerpen (2001). Karya karya beliau telah di terjemakan dalam beberapa bahasa dan di muat dalam Antologi arjuna in meditation (Calcutta, India), Writing from the World (Amerika Serikat), Westerly Revew (Australia) dan dua antologi dalam bahasa Belanda.

Baca Juga :

Nah saya kira cukuplah perkenalannya, kita masuk pada inti dari artikel ini. Mimin akan bagikan kamu sekalian  tiga puisi karya Sutardji Calzoum Bachri yang mendunia. Tidak usah banyak bacot langsung saja ketekape.

Puisi Karya Sutardji Calzoum Bachri Yang Mendunia



Tanah Air Mata

Tanah air mata tanah tumpah Dukaku 
Mata air air mata kami 
Air mata tanah air kami 
Di sinilah kami berdiri 
Menyanyikan airmata kami 
Di balik gembur subur tanahmu 
Kami simpan perih kami 
Di balik etalase megah gedung-gedung 
Kami coba sembunyikan Derita kami 
Kami coba simpan nestapa 
Kami coba kuburkan duka lara 
Tapi perih tak bisa sembunyi 
Ia merebak kemana-mana 
Bumi memang tak sebatas pandang 
Dan udara luas menunggu 
Namun Kalian takkan bisa menyingkir 
Kemanapun melangkah 
Kalian pijak air mata kami 
Kemanapun terbang 
Kalian kan hinggap di air mata kami 
Kemanapun berlayar 
Kalian arungi air mata 
Kalian sudah terkepung 
Takkan bisa mengelak 
Takkan bisa Kemana pergi 
Menyerahlah pada kedalaman air mata

Batu

Batu mawar 
Batu lagi 
Batu duka 
Batu Rindu 
Batu jarum 
Batu bisu 
Kau kah itu 
Teka 
teki 
Yang 
Tak menepati janji ?

Dengan seribu gunung langit tak runtuh 
Dengan seribu  perawan 
Hati tak jatuh dengan seribu sibuk sepi 
Tak mati dengan seribu 
Beringin ingin tak teduh. Dengan siapa aku mengeluh ? 
Mengapa jam harus berdenyut sedang 
Darah tak sampai Mengapa
Gunung harus meletus sedang langi tak
Sampai mengapa peluk
Diketatkan sedang hati tak sampai
Mengapa tangan melambai sedang
Lambai tak sampai. Kau tahu ?

Batu risau
Batu pukau
Batu kau ku
Batu sepi
Batu ngilu
Batu bisu
Kau kah itu
Teka
Teki
Yang
Tak menepati 
Janji ?

Shang Hai

Ping di atas pong
Pong di atas ping
Ping ping bilang pong
Pong pong bilang ping

Mau pong ? bilang ping
Mau mau bilang pong
Mau ping ? bilang pong
Mau mau bilang ping

Ya pong ya ping
Ya ping ya pong

Tak ya pong tak ya ping
Tak ya ping tak ya pong

Kutakpunya ping
Kutakpunya pong

Pinggir ping kamu pong
Tak tak bilang ping

Pinggir pong kamu ping
Tak tak bilang pong
Sembilu jarakmu merancap nyaring

Bagaimana puisinya, bikin bingung ? sama mimin juga bingung hehehe... yaa namanya juga puisi, sulit untuk mencari makna sebenarnya. Kita sebagai pembaca hanya bisa memaknai sesuai penalaran kita sendiri sendiri. Itulah tiga puisi karya Sutardji Calzoum Bachri Yang mendunia, Terimakasih sudah berkunjung, sampai jumpa di artikel berikutnya.

0 Response to "Tiga Puisi Karya Sutardji Calzoum Bachri Yang Mendunia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel