Tiga Puisi Karya Widji Thukul Yang Buat Kuping Penguasa Memerah

Tiga Puisi Karya Widji Thukul Yang Buat Kuping Penguasa Memerah !!! Hallo sahabat puisi, apa kabar ? semoga selalu dalam lindunganNya amiin... Menentang penindasan dan ketidak adilan dengan puisi itulah Widji Thukul. Sebagian dari kalian mungkin tidak asing lagi dengan beliau, yaa beliau merupakan aktivis dan penyair yang puisi-puisinya tak lekang oleh waktu.

Nama aslinya Widji Widodo, namun dikenal dengan widji Tukul. Beliau termasuk dalam aktivis yang hilang dalam kerusuhan 1998. Bagi masa pemerintahan orde baru (Pemerintahan Soeharto) puisi beliau adalah ancaman yang selalu membuat kuping penguasa memerah.

Puisi karya Pria yang biasa di sapa Thukul itu memang tak seartistik  karya penyair terkemuka Indonesia lainnya, namun puisi-puisi beliau syarat akan makna perjuangan, mewakili kaum-kaum yang tertindas, dan sangat merakyat.

Kepiluan, amarah, bernyali, jujur itulah yang tergambar dari puisi-puisi karya pria kelahiran Surakarta, Jawa Tengah pada 25 Agustus 1963. Puisinya mengunakan bahasa sederhana dan mudah di mengerti oleh siapa saja bahkan rakyat jelata.

Baca Juga :

Nah pada kesempatan kali ini mimin akan bagikan kamu sekalian tiga puisi karya Widji Thukul yang bisa membuat kuping penguasa memerah. Selamat menikmati...

Puisi Karya Widji Thukul Yang Buat Kuping Penguasa Memerah


Sajak Suara

Sesungguhnya suara itu tak bisa diredam
Mulut bisa di bungkam
Namun siapa mampu menghentikan nyanyian bimbang
Dan pertanyaan-pertanyaan dari lidah jiwaku

Suara-suara itu tak bisa di penjarakan
Di sana bersemayam kemerdekaan
Apabila engkau memaksa diam
Aku siapkan untukmu pemberontakan !

Sesungguhnya suara itu bukan perampok
Yang merayakan hartamu
Ia ingin bicara
Mengapa kaukokang senjata
Dan gemetar ketika suara-suara itu
Menuntut keadilan ?

Sesungguhnya suara itu akan menjadi kata
Ia yang akan mengajari aku untuk bertanya 
Dan pada akhirnya tidak bisa tidak 
Engkau harus menjawabnya
Apabila engkau tetap bertahan
Aku akan memburumu seperti kutukan

Peringatan

Jika rakyat pergi
Ketika penguasa pidato
Kita harus hati-hati
Barangkali mereka putus asa

Kalau rakyat bersembunyi
Dan berbisik-bisik
Ketika membicarakan masalahnya sendiri
Penguasa harus waspadah dan belajar mendengar

Bila rakyat berani mengeluh 
Itu artinya sudah gawat
Dan bila omongan penguasa
Tidak boleh dibantah kebenaran pasti terancam

Apabila usul ditolak tanpa di timbang
Suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan
Dituduh subversif dan mengganggu keamanan 
Maka hanya ada satu kata: lawan !

Derita Sudah Naik Seleher

Kau lempar aku dalam gelap
Hingga hidupku menjadi gelap
Kau siksa aku sangat keras
Hingga aku makin mengeras
Kau paksa aku terus menunduk
Tapi keputusan tambah tegak
Darah sudah kau teteskan
Dari bibirku
Luka sudah kau bilurkan 
Kesekujur tubuhku
Cahaya sudah kau rampas
Dari biji mataku
Derita sudah naik seleher
Kau 
Menindas
Sampai
Diluar datas..

Nah itulah tiga puisi karya Widji Thukul yang bisa membuat kuping penguasa orde baru memerah. Terimakasih sudah berkunjung di blog ini, sampai jumpa di artikel berikutnya...

0 Response to "Tiga Puisi Karya Widji Thukul Yang Buat Kuping Penguasa Memerah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel