Tiga Puisi Keresahan Karya Rivai Apin

Tiga Puisi Keresahan Karya Rivai Apin  !!! Hallo sahat puisi, apa kabar ? Semoga sehat selalu, Amin... Selain  Chairil Anwar dan Asru sani, ada lagi penyair yang harus kamu baca puisinya sahabat puisi. Beliau merupakan sastrawan yang tergolong dalam angkatan 45, bersama Chairil Anwar dan Asrul Sani menulis buku kumpulan puisi yang sangat populer Tiga Menguak Takdir. Hayoo siapa ?

Nama lengkapnya Rivai Apin, lahir di Padang Panjang, Sumatra Barat pada 30 Agustus 1927. Beliau merupakan sastrawan terkemuka indonesia, di juluki tiga serangkai bersama Chairil Anwar dan Asrul Sani.

Beliau tercatat pernah manjadi redaktur di beberapa majalah Kebudayaan, seperti Gema Suasana, Siasat, Zenith dan  Zaman. Beliau pernah  anggota KNPI, DPRD DKI Jakarta, pernah di penjara Pasca G30-S/PKI dan di bebaskan pada akhir tahun 1979.

Baca Juga :

Penyair yang membujang hingga akhir hayatnya itu, banyak menulis puisi yang menggambarkan sepi, keresahan dan kemurngan. Puisi karyanya pernah di muat dalam Gema Tanah Air (1948), di terbitkan dalam buku Tiga Menguak Takdir (950) dan Dari Dua Dunia Yang Sebelum Sudah (1972).

Itu sedikit tentang biografi beliau, berikut mimin lampirkan tiga puisi karya Rivai Apin. Selamat menikmati...

Puisi Keresahan Karya Rivai Apin 




Kebesaran

Diatas hancur tembok yang kuruntuhkan
Berdiri aku atas kuda putihku, gaya dan jaya
Di hadapanku terhampar padang dan bukit
Dengan lengkungan langit yang membuatku lapar ruangan

Lalu dadaku memberikan ruang
Bagi jantung yang memukul berdentangan
Memancarkan darah yang dia degap degubkan

Darah kudaku pun ikut menjalang dan dia
Berlonjak lonjakan oleh kekesalan
Lalu ku lepas dan kami menderu pacu ke pantai-pantai.

Peristiwa

Malam membenamkan aku ke gang gang
Dan dari aku, dia tidak akan dapat tantangan
Aku tahu, kapal kapal telah berangkat
Dan tidaklah akan ku kejar ini kepergian
Aku juga tadi di tangga dan di telingaku membising
Orang bersuit suitan dan menyoraki
Tapi satu kilat memutuskan 
Aku kembali ketengah mereka
Benciku, yang berlendir di mulut kuludahkan kekapal yang tak kena
Dan suara ombak kecil enak saja membawa membawa ludahku lari.

Mak Oi

Mak Oi, Sekiranya dunia masih minta di jelaskan
Cemerlang apa yang begitu di cinta
Setidaknya, sayangku sayang. Lupakan habis habis
Karena apa yang di ujung hati, masihkah tidak tebukti ?

Pikirkanlah tipuan tipuan cerdik
Dan hayal cat cantik-cantik
Tentang berkata benar
Apa sungguh kejujuran begitu pelit ?

Sedemi cinta yang bisa berputik
Dan belajar lidah bukan lagi kecupan palsu
Tenggelamkan kepalaku dalam dalam di sumur dadamu
Sehingga pada matahari aku tidak lagi malu

Kau pun juga semoga
Lahir kita dari rahim yang begini
Dan yang bukan putera nyata. Ia telah kita bunuh

Bagaimana puisinya, krenn kan. Itulah tiga puisi keresahan karya Rivai Apin yang mungkin bisa menambah referensi kalian. Semoga artikel ini bermanfaat sampai jumpa pada artikel berikutnya...

0 Response to "Tiga Puisi Keresahan Karya Rivai Apin "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel